
Mengatur keuangan bulanan memang penting, tetapi kamu juga perlu memperhitungkan pengeluaran yang muncul setahun sekali. Lalu, pengeluaran tahunan apa saja yang perlu masuk dalam perencanaan keuangan?
Pengeluaran Tahunan Apa Saja yang Perlu Masuk Anggaran Keuangan?

Pengeluaran tahunan perlu diperhitungkan sejak awal agar kamu bisa menentukan berapa banyak uang yang harus disisihkan setiap bulan. Pasalnya, pengeluaran semacam ini tuh sering banget luput dari anggaran karena enggak muncul setiap bulan.
Nah, padahal, tanggal jatuh temponya kan sebenarnya bisa diprediksi, jadi kamu punya waktu untuk menyiapkan dana. Dengan mencatat kebutuhan tahunan dan menyisihkan uang secara rutin, kamu bisa menjaga arus kas tetap sehat tanpa harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari ketika tagihan datang.
Berikut pengeluaran tahunan apa saja yang sudah menjadi rutinitas, tetapi nominalnya bisa cukup besar ketika harus dibayar sekaligus.
1. Pajak Kendaraan Bermotor
Pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu pengeluaran rutin yang perlu disiapkan pemilik mobil maupun sepeda motor. Besarnya tagihan bergantung pada jenis kendaraan, nilai pajak, serta ketentuan yang berlaku. Jika memiliki lebih dari satu kendaraan, total biaya tahunannya tentu bertambah.
Agar pembayaran enggak mengganggu anggaran bulanan, catat tanggal jatuh tempo pajak setiap kendaraan. Misalnya, jika pajak kendaraan mencapai Rp1,2 juta per tahun, kamu bisa menyisihkan Rp100 ribu setiap bulan. Saat waktunya membayar, dana sudah tersedia tanpa perlu mengambil uang dari pos kebutuhan lain.
Baca juga: 5 Contoh Masalah Pajak di Indonesia yang Sering Terjadi
2. Premi Asuransi Tahunan
Premi asuransi kesehatan, jiwa, kendaraan, atau properti bisa menjadi beban keuangan jika dibayarkan sekaligus setiap tahun. Nominalnya bergantung pada jenis perlindungan, manfaat yang dipilih, dan ketentuan polis. Karena itu, periksa kembali jadwal pembayaran serta jumlah premi yang harus disediakan.
Dalam menyusun daftar pengeluaran tahunan apa saja yang perlu diprioritaskan, masukkan premi asuransi yang masih aktif beserta tanggal pembayarannya. Kamu bisa membagi total premi dalam 12 bulan, sehingga kamu bisa menabung setiap bulannya juga. Cara ini membantu memastikan dana perlindungan tetap tersedia saat jatuh tempo.
3. Biaya Pendidikan dan Kebutuhan Sekolah
Orang tua perlu menyiapkan dana untuk berbagai kebutuhan pendidikan yang muncul setiap tahun ajaran baru. Mulai dari uang pangkal bagi siswa baru, daftar ulang, seragam, buku pelajaran, hingga perlengkapan sekolah. Apalagi kalau anak juga ikut ekskul, les, atau kursus ini itu, anggarannya pasti juga bertambah.
Supaya enggak mengganggu pengeluaran rumah tangga, buat perkiraan biaya berdasarkan kebutuhan tahun sebelumnya. Periksa juga informasi biaya terbaru dari sekolah karena nominalnya bisa berubah. Setelah mendapatkan perkiraan total, sisihkan dana secara berkala dan sesuaikan jumlahnya dengan kemampuan keuangan keluarga.

4. Iuran Lingkungan dan Biaya Properti
Pemilik rumah bisa menghadapi pengeluaran tahunan berupa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), iuran lingkungan, atau biaya perawatan properti. Nah, kalau penghuni apartemen biasanya ada juga biaya tertentu sesuai ketentuan pengelola. Besarannya bergantung pada lokasi, luas properti, dan jenis kewajiban yang berlaku.
Simpan dokumen tagihan tahun sebelumnya untuk memperkirakan kebutuhan dana berikutnya. Kalau punya rumah yang perlu dicat ulang atau atap yang harus diperbaiki secara berkala, masukkan perkiraan biaya perawatannya ke dalam anggaran. Dengan begitu, kebutuhan properti enggak langsung menguras tabungan ketika waktunya tiba.
5. Perpanjangan Langganan dan Keanggotaan
Layanan digital, aplikasi kerja, penyimpanan cloud, software, dan gym membership kadang juga pakai sistem pembayaran tahunan. Kalau dibandingkan kebutuhan rumah tangga, mungkin besarannya relatif kecil. Tapi kalau dijadikan satu, ya lumayan juga. Biasanya di sini justru jadi bocor alus.
Periksa daftar langganan yang kamu miliki, termasuk layanan yang jarang digunakan. Catat nominal dan tanggal perpanjangannya biar enggak ada tagihan yang luput dari perencanaan. Kamu juga bisa membatalkan layanan yang sudah enggak dibutuhkan supaya dana tahunan dapat dialihkan ke keperluan lain.
6. Mudik dan Liburan Keluarga
Perjalanan mudik atau liburan keluarga juga butuh biaya besar, terutama kalau dilakukan pas musimnya. Misalnya saat Idulfitri atau Natal. Pengeluarannya mulai dari tiket transportasi, bahan bakar, tol, penginapan, makanan, dan biaya aktivitas selama perjalanan. Harga tiket dan kamar hotel juga bisa meningkat ketika permintaan sedang tinggi.
Untuk memperkirakan pengeluaran tahunan apa saja yang berkaitan dengan liburan ini, tentukan tujuan, jumlah anggota keluarga, dan perkiraan jadwal keberangkatan. Gunakan pengalaman perjalanan sebelumnya sebagai acuan awal, lalu sesuaikan dengan harga terbaru. Menyisihkan dana perjalanan setiap bulan bisa membantu kamu menghindari penggunaan tabungan darurat untuk membiayai liburan.
7. Perawatan Kendaraan dan Peralatan Rumah
Kendaraan dan peralatan rumah membutuhkan perawatan berkala agar tetap berfungsi dengan baik. Jenis perawatannya biasanya mulai dari servis mobil, penggantian komponen, pembersihan AC, hingga perawatan mesin cuci atau pompa air. Ada yang bisa dilakukan sekali setahun, tapi ada juga yang lebih karena tergantung kondisi dan intensitas pemakaian.
Catat jadwal servis kendaraan serta rekomendasi perawatan dari produsen peralatan rumah. Kamu juga bisa menyiapkan dana cadangan khusus untuk perbaikan yang sulit diprediksi. Dengan anggaran tersebut, biaya perawatan tidak langsung mengganggu dana untuk makan, transportasi, atau tagihan bulanan lainnya.
Baca juga: Begini Cara Mengatur Anggaran Bulanan yang Tepat
Siapkan Dana Tahunan agar Keuangan Tetap Terkendali

Memahami pengeluaran tahunan apa saja yang perlu diantisipasi membantu kamu menyusun anggaran dengan lebih terarah. Catat setiap kebutuhan beserta perkiraan nominal dan tanggal pembayarannya, lalu bagi total biaya dengan 12 untuk menentukan target tabungan bulanan. Simpan dana tersebut dalam pos terpisah biar enggak tercampur dengan uang belanja harian.
Dengan begitu, ketika tagihan datang, kamu sudah memiliki dana yang cukup tanpa harus mengandalkan utang atau menguras tabungan darurat.
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




