
Kabar PHK mulai muncul lagi di berbagai perusahaan. In this economy, cari pekerjaan rasanya akan lebih panjang, sepertinya, dan penuh ketidakpastian. Bagi job seeker, kondisi ini bikin pengelolaan uang perlu mendapat perhatian lebih.
Buat kamu yang sudah siap dana darurat, bersyukurlah. Buat yang belum ada, tabungan yang sebelumnya dipakai untuk kebutuhan rutin mau enggak mau sekarang akan harus dipakai untuk menopang biaya hidup selama belum ada pemasukan tetap.
Tenang, jangan panik. Ingat, setiap pengeluaran bisa dihitung dengan cermat sehingga dana yang tersedia bisa digunakan lebih lama.
Table of Contents
Job Seeker, Lakukan Cara Pengelolaan Keuangan Ini!

Tekanan finansial sering muncul pada job seeker di tengah badai PHK bukan hanya karena pemasukan berhenti, tetapi juga karena belum ada kepastian kapan pekerjaan berikutnya didapatkan.
Padahal ada biaya makan, tempat tinggal, cicilan, transportasi, sampai kebutuhan yang tetap jalan, sementara kita masih harus mengikuti setiap proses rekrutmen. Bisa sampai berbulan-bulan.
So, kita harus melakukan sesuatu supaya “bensin” ini enggak habis di tengah jalan, meski survival mode on terus.
1. Hitung Ulang Kebutuhan Hidup Minimum
Mulai dengan mencatat semua pengeluaran selama satu bulan, lalu pisahkan kebutuhan wajib dan pengeluaran yang masih bisa dipangkas. Masukkan biaya makan, tempat tinggal, listrik, transportasi, cicilan, internet, serta kebutuhan kesehatan ke dalam daftar utama.
Setelah itu, tentukan angka minimum yang diperlukan untuk bertahan sebagai job seeker setiap bulan. Angka ini nantinya akan menentukan berapa lama tabungan bisa menopang hidup selama belum punya penghasilan tetap.
Baca juga: 12 Pekerjaan dengan Gaji Besar di Indonesia yang Banyak Dicari
2. Buat Anggaran Khusus Masa Mencari Kerja
Anggaran saat masih bekerja tentu berbeda dengan kondisi ketika jadi job seeker. Kurangi pengeluaran seperti makan di luar, belanja impulsif, langganan yang jarang digunakan, atau hiburan berbiaya tinggi.
Tetapkan batas untuk setiap kategori agar penghematan bisa dipantau. Sisakan ruang untuk kebutuhan mencari kerja supaya proses melamar tetap berjalan tanpa mengacaukan anggaran.
3. Hitung Berapa Lama Uang Bisa Bertahan
Setelah mengetahui kebutuhan minimum, hitung tabungan dengan membagi dana yang tersedia berdasarkan pengeluaran bulanan. Contohnya, tabungan Rp30 juta dengan kebutuhan Rp5 juta per bulan, artinya kamu akan ada napas sekitar enam bulan menjadi job seeker.
Perhitungan ini perlu diupdate mana kala perlu, karena jumlah tabungan dan pengeluaran bisa saja berubah sewaktu-waktu. Kalau sisa waktu makin pendek, strategi mencari pemasukan perlu segera disesuaikan.
4. Prioritaskan Dana Tunai
Saat masih menjadi job seeker, kamu perlu tabungan likuid yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Jadi, sisihkan dana untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan pada tempat yang relatif aman dan mudah dicairkan. Kamu bisa memanfaatkan uang pesangon PHK yang kamu dapatkan.
Hindari menempatkan seluruh uang cadangan ke aset yang nilainya bisa turun atau membutuhkan waktu untuk dijual. Tujuannya supaya kebutuhan sehari-hari tetap bisa dibayar tanpa harus menjual aset pada waktu yang kurang menguntungkan.
5. Tahan Utang Konsumtif Baru
Cicilan baru akan menambah pengeluaran tetap ketika pemasukan sedang belum pasti. Karena itu, tunda utang baru untuk barang yang belum mendesak.
Kalau sekarang kondisinya kamu sudah ada cicilan, catat tanggal jatuh tempo dan nominalnya dalam anggaran bulanan. Dengan begitu, kebutuhan pembayaran utang tetap terkontrol dan enggak sampai harus menggerus dana yang hendak digunakan untuk biaya hidup.

6. Cari Sumber Pemasukan Sementara
Proses mencari pekerjaan bagi job seeker bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan. Kalau memungkinkan, kamu bisa coba cari pemasukan sementara supaya bisa bantu memperpanjang tabungan.
Manfaatkan kemampuan yang sudah kamu miliki untuk mengambil proyek freelance, pekerjaan kontrak, mengajar, menjadi konsultan, atau menawarkan jasa tertentu. Iya, upaya ini juga enggak mudah in this economy. Tapi, yang penting usaha dulu, ya kan?
Nilainya enggak harus besar selama bisa bantu menutup sebagian kebutuhan bulanan. Setiap pemasukan tambahan juga mengurangi jumlah tabungan yang perlu digunakan.
7. Sisihkan Anggaran untuk Proses Mencari Kerja
Nah, masalahnya memang, cari kerja bagi para job seeker itu juga butuh biaya, dan kadang malah luput dari anggaran. Padahal ada ongkos transportasi untuk wawancara, paket internet, cetak dokumen ini itu, biaya kursus, sertifikasi, atau kebutuhan profesional lainnya.
Jadi, ya, memang harus ada anggaran khususnya agar pengeluaran tetap terkendali. Prioritaskan biaya yang punya hubungan langsung dengan peluang mendapatkan pekerjaan.
8. Evaluasi Investasi Sebelum Menjualnya
Kalau kamu punya saham, reksa dana, emas, atau aset lain, cek dulu mana yang memang perlu dan bisa dicairkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Jangan menjual seluruh investasi sekaligus tanpa menghitung kebutuhan dana dan kondisi aset. Pisahkan aset yang masih bisa dipertahankan dari aset yang memang memungkinkan untuik digunakan sebagai sumber dana.
Keputusan tersebut sebaiknya mengikuti kebutuhan kamu ya, bukan kepanikan melihat kondisi pasar.
9. Manfaatkan Hak Setelah PHK
Periksa seluruh hak yang masih bisa diterima setelah hubungan kerja berakhir, termasuk pesangon, uang penghargaan, pencairan manfaat tertentu, atau fasilitas jaminan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Catat nominal yang diterima dan tentukan penggunaannya sebelum uang tersebut habis untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian dapat dialokasikan untuk biaya hidup, sementara sisanya menjadi cadangan selama jadi job seeker.

10. Evaluasi Kondisi Keuangan Setiap Bulan
Jangan menunggu tabungan hampir habis untuk mengecek kondisi keuangan. Setiap akhir bulan, hitung kembali sisa dana, total pengeluaran, pemasukan tambahan, jumlah lamaran, dan perkembangan proses rekrutmen.
Dari sana bisa terlihat apakah anggaran masih aman atau perlu dipangkas lagi. Jika tabungan tinggal beberapa bulan, fokus perlu segera bergeser pada sumber pemasukan yang bisa menghasilkan uang lebih cepat.
Baca juga: Berapa Dana Cadangan yang Ideal Sebelum Resign Kerja?
Masa menjadi job seeker bisa banget menguras tabungan kalau pengeluaran dibiarkan berjalan kayak pas masih terima gaji rutin. Karena itu, kondisi keuangan perlu dihitung sejak awal secara menyeluruh. Dengan perhitungan tersebut, keputusan finansial selama mencari kerja bisa dibuat dengan dasar kondisi nyata yang ada di depan mata.
PHK memang menghentikan satu sumber penghasilan. Sangat berat, memang. Namun, semakin cepat anggaran disesuaikan dan dana yang tersedia diprioritaskan untuk kebutuhan utama, semakin panjang waktu yang dimiliki untuk mencari pekerjaan berikutnya. Semoga segera ada kabar baik ya! Semangat!
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




