
Keputusan resign kerja memang bisa menjadi awal dari peluang karier yang lebih baik. Namun, di balik keputusan tersebut ada satu risiko yang perlu dipertimbangkan, yaitu berhentinya penghasilan sementara kebutuhan hidup tetap berjalan setiap bulan.
Kalau enggak disiapkan secara memadai, masa transisi mencari pekerjaan baru justru bisa jadi beban finansial. Apalagi kalau resign-nya tanpa backup plan, alias resign lalu baru cari kerja lagi.
Karena itu, sebelum mengajukan surat pengunduran diri, penting untuk menghitung dana yang dibutuhkan. Besarnya dana ini enggak selalu sama untuk setiap orang, tetapi ada beberapa patokan yang dapat dijadikan acuan.
Table of Contents
Berapa Dana Cadangan yang Ideal untuk Resign Kerja?

Jawabannya mungkin standar, enggak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang. Tetapi secara umum, dana cadangan sebelum resign disarankan sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan. Kok sama kayak dana darurat? Ya, memang itulah fungsi dana darurat.
Kenapa harus segitu? Besaran ini diperkirakan bisa bantu kamu memenuhi kebutuhan hidup selama masa transisi sampai kamu sudah dapat sumber penghasilan baru lagi.
Dana cadangan 3 kali pengeluaran bulanan ini bisa kamu kejar kalau kondisi relatif aman, misalnya sudah menerima offering dari perusahaan lain, sudah ada jadwal mulai bekerja yang jelas, atau kamu kerja di bidang yang peluang kerjanya cukup tinggi. Dengan masa menganggur yang diperkirakan singkat seperti ini, kebutuhan dana jadinya enggak perlu terlalu besar.
Nah, kalau kamu mau resign kerja tanpa backup plan, mungkin kamu perlu kejar dana cadangan 6 kali pengeluaran bulanan. Dengan dana yang lebih besar, kamu pun punya waktu lebih longgar untuk mencari pekerjaan baru tanpa harus terburu-buru menerima tawaran yang kurang sesuai.
Selain itu, cadangan yang lebih besar juga dapat membantu mengantisipasi jika proses rekrutmen berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Baca juga: Mengelola Keuangan Saat Sedang Mencari Kerja Baru
Cara Menghitung Dana Cadangan Sebelum Resign Kerja

Cara menghitung dana cadangan sebelum resign kerja sebenarnya simpel saja. Langkah pertama adalah mengetahui total pengeluaran bulanan, bukan berdasarkan perkiraan, melainkan dari catatan keuangan beberapa bulan terakhir. Pastikan yang dihitung adalah kebutuhan rutin yang tetap harus dibayar meskipun sudah enggak menerima gaji.
Beberapa komponen pengeluaran yang perlu dimasukkan antara lain:
- Biaya makan sehari-hari.
- Biaya tempat tinggal, seperti sewa rumah, kos, atau cicilan KPR.
- Transportasi, termasuk biaya bahan bakar, ongkos transportasi umum, atau parkir.
- Tagihan rutin, seperti listrik, air, internet, dan pulsa.
- Cicilan, baik kartu kredit, kendaraan, maupun pinjaman lainnya.
- Asuransi atau BPJS yang harus tetap dibayarkan secara mandiri.
Setelah mengetahui total pengeluaran bulanan, tentukan berapa lama dana cadangan yang ingin disiapkan, misalnya tiga atau enam bulan. Selanjutnya gunakan rumus berikut:
Dana Cadangan = Pengeluaran Bulanan × Lama Dana yang Ingin Disiapkan
Sebagai contoh, jika total pengeluaran bulanan mencapai Rp6.000.000 dan ingin menyiapkan dana cadangan selama 6 bulan, maka perhitungannya adalah:
Rp6.000.000 × 6 = Rp36.000.000
Artinya, dana cadangan yang sebaiknya dimiliki sebelum resign kerja adalah sekitar Rp36 juta. Dengan perhitungan ini, kebutuhan hidup selama masa transisi dapat tetap terpenuhi sambil mencari pekerjaan baru tanpa tekanan finansial yang berlebihan.
Perlu diingat, hasil perhitungan ini hanyalah patokan, bukan angka mati yang wajib dimiliki sebelum resign.
Bagi sebagian orang, mengumpulkan dana cadangan hingga puluhan juta rupiah tentu bukan hal yang mudah. Jika tujuan resign adalah mencari pekerjaan yang lebih baik, dana cadangan sebesar 3-6 bulan pengeluaran dapat dijadikan target ideal yang disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Yang terpenting, pastikan kamu memiliki cadangan dana yang cukup agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi selama proses mencari pekerjaan baru berlangsung.
Tip Menyiapkan Dana Cadangan Sebelum Resign Kerja

Setelah mengetahui besaran dana cadangan yang ideal, langkah berikutnya adalah mulai mempersiapkannya sejak masih memiliki penghasilan tetap. Berikut beberapa tip yang bisa diterapkan sebelum memutuskan resign kerja.
1. Tentukan Target Dana Cadangan
Mulailah dengan menghitung total pengeluaran bulanan, kemudian tentukan target dana cadangan yang ingin dicapai, misalnya setara tiga atau enam bulan pengeluaran. Target yang jelas akan membantumu mengetahui berapa dana yang perlu dikumpulkan sebelum mengajukan resign kerja.
2. Sisihkan Dana Secara Bertahap
Enggak perlu menunggu memiliki dana dalam jumlah besar sekaligus. Sisihkan sebagian penghasilan setiap bulan secara konsisten hingga target tercapai. Kamu juga bisa memanfaatkan bonus, THR, atau insentif kerja untuk mempercepat pembentukan dana cadangan.
3. Kurangi Pengeluaran yang Enggak Penting
Review kembali pengeluaran bulanan dan kurangi biaya yang sifatnya konsumtif atau bisa ditunda. Dana yang berhasil dihemat dapat dialihkan ke tabungan dana cadangan sehingga target lebih cepat tercapai tanpa harus menambah sumber penghasilan.
4. Pertimbangkan Waktu Resign dengan Matang
Kalau enggak mendesak, sebaiknya tunda resign hingga dana cadangan dirasa cukup. Langkah ini dapat mengurangi tekanan finansial selama mencari pekerjaan baru. Dengan kondisi keuangan yang lebih siap, kamu juga lebih leluasa dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan tujuan karier.
Baca juga: 14 Ide Usaha untuk Karyawan yang Mau Resign dan Mulai Mandiri
Resign kerja memang dapat membuka peluang untuk mendapatkan karier yang lebih baik, tetapi keputusan tersebut sebaiknya dibarengi dengan persiapan finansial yang matang.
Dengan ada dana cadangan yang memadai, kamu dapat menjalani masa transisi dengan lebih tenang tanpa harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari atau terburu-buru menerima pekerjaan yang kurang sesuai. Sesuaikan besaran dana cadangan dengan kondisi keuangan dan rencana karier agar keputusan resign menjadi langkah yang lebih terukur.
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




