
Menikah membawa banyak perubahan dalam kehidupan, termasuk soal cara mengatur keuangan. Bagi sebagian pasangan, keputusan untuk berhenti kerja bisa didasari oleh banyak pertimbangan. Misalnya, pengin lebih fokus mengurus rumah tangga, ikut pasangan yang bekerja di kota lain, atau menyesuaikan diri dengan rencana keluarga. Apa pun alasannya, keputusan ini sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan kondisi keuangan saat ini.
Sebelum mengajukan pengunduran diri, ada beberapa hal yang perlu dihitung bersama pasangan. Penghasilan rumah tangga akan berubah, itu pasti. Sementara itu, kebutuhan sehari-hari tetap berjalan. Kalau perencanaannya kurang matang, kondisi finansial bisa cepat tertekan setelah satu sumber pendapatan hilang.
Table of Contents
Hal Finansial yang Perlu Diperhitungkan Sebelum Berhenti Kerja

Keputusan berhenti kerja pastinya akan berdampak langsung pada pemasukan dan pengeluaran rumah tangga. Karena itu, ada beberapa angka yang sebaiknya sudah diketahui sebelum mengambil keputusan, mulai dari kebutuhan bulanan sampai dana darurat.
1. Hitung Ulang Pemasukan Rumah Tangga
Langkah pertama adalah melihat berapa pemasukan yang benar-benar tersedia setelah salah satu pihak berhenti bekerja. Jangan hanya menghitung gaji pasangan, tetapi masukkan juga pendapatan lain yang sifatnya rutin, seperti usaha sampingan atau hasil investasi.
Jika selama ini rumah tangga mengandalkan dua gaji untuk membayar kebutuhan, hilangnya satu penghasilan pasti akan bikin cash flow agak goyang. Enggak apa, tapi butuh penyesuaian. Coba buat simulasi selama beberapa bulan dengan hanya menggunakan satu sumber pendapatan. Dari sini akan terlihat apakah kondisi keuangan masih cukup aman.
Baca juga: Setelah Menikah, Perlukah Perempuan Tetap Mandiri Secara Finansial?
2. Petakan Seluruh Pengeluaran Bulanan
Setelah mengetahui pemasukan, catat semua pengeluaran. Mulai dari kebutuhan rumah, makanan, transportasi, tagihan, cicilan, premi asuransi, sampai pengeluaran kecil yang sering luput dari pencatatan.
Saat mempertimbangkan berhenti kerja, biaya yang sebelumnya muncul karena bekerja juga perlu diperiksa. Misalnya ongkos transportasi, makan siang di luar, pakaian kerja, atau biaya penitipan anak. Beberapa pengeluaran bisa jadi akan berkurang setelah berhenti bekerja, sehingga perhitungan anggaran perlu dibuat berdasarkan kondisi setelah keputusan tersebut.
3. Pastikan Cicilan Masih Aman
Cicilan rumah, kendaraan, kartu kredit, atau pinjaman lain tetap harus dibayar setiap bulan. Periksa total cicilan dibandingkan dengan pemasukan setelah salah satu penghasilan berhenti.
Kalau angkanya sudah terlalu besar, sebaiknya cari ruang untuk mengurangi beban sebelum berhenti kerja. Menunda pembelian besar atau melunasi sebagian utang bisa membantu membuat arus kas lebih longgar.

4. Siapkan Dana Darurat Lebih Besar
Ketika rumah tangga hanya memiliki satu sumber penghasilan, dana darurat jadi makin penting. Dana ini bisa digunakan saat ada kebutuhan mendadak, seperti perbaikan rumah, kehilangan pekerjaan, atau pengeluaran kesehatan.
Targetnya bisa disesuaikan dengan kondisi keluarga dan jumlah tanggungan. Setelah berhenti kerja, usahakan dana darurat jangan langsung habis untuk membiayai kebutuhan rutin. Pisahkan dana tersebut dari rekening yang digunakan untuk transaksi sehari-hari agar penggunaannya lebih terkontrol.
5. Perhitungkan Hilangnya Fasilitas dari Pekerjaan
Gaji bukan satu-satunya manfaat dari pekerjaan. Ada fasilitas lain yang mungkin ikut hilang setelah resign, seperti tunjangan kesehatan, bonus, uang transportasi, iuran pensiun dari perusahaan, atau fasilitas lainnya.
Hitung berapa biaya yang harus disiapkan sendiri setelah berhenti kerja. Contohnya, jika sebelumnya perlindungan kesehatan ditanggung perusahaan, cari tahu berapa premi yang perlu dibayar secara mandiri. Begitu juga dengan rencana dana pensiun yang sebelumnya terbantu oleh iuran perusahaan.
6. Buat Rencana untuk Tujuan Finansial Jangka Panjang
Menikah sering diikuti sejumlah tujuan finansial baru. Ada rencana membeli rumah, punya anak, menyiapkan pendidikan, liburan, atau membangun aset bersama.
Kalau salah satu pasangan berhenti bekerja, kontribusi terhadap tabungan dan investasi mungkin ikut berubah. Karena itu, buat ulang target berdasarkan pemasukan terbaru. Jangan sampai seluruh pendapatan habis untuk kebutuhan rutin sehingga enggak ada dana yang disisihkan untuk tujuan jangka panjang.

7. Siapkan Rencana jika Ingin Kembali Bekerja
Keputusan berhenti dari pekerjaan sekarang enggak selalu berarti berhenti menghasilkan pendapatan selamanya. Ada kemungkinan suatu saat ingin kembali bekerja, membuka usaha, mengambil pekerjaan paruh waktu, atau mengerjakan proyek secara freelance.
Jadi, sebelum berhenti kerja, pikirkan juga bagaimana menjaga kemampuan dan pengalaman kerja. Kursus, sertifikasi, portofolio, atau jaringan profesional bisa tetap dipelihara selama jeda karier. Hal ini dapat membantu ketika kondisi keluarga berubah dan penghasilan tambahan kembali dibutuhkan.
Baca juga: 5 Pertanyaan yang Wajib Dibahas bareng Pasangan sebelum Menikah
Berhenti kerja setelah menikah bukan sekadar keputusan karier, karena dampaknya ikut masuk ke anggaran rumah tangga. Selama pemasukan, pengeluaran, dana darurat, cicilan, perlindungan kesehatan, dan target masa depan sudah dihitung dengan cermat, pasangan bisa mengambil keputusan dengan gambaran kondisi keuangan yang lebih nyata.
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




