
BI Rate naik menjadi perhatian banyak orang, terutama yang sedang merencanakan membeli rumah.
Setelah sempat berada di level 4,75% sejak Januari hingga April 2026, Bank Indonesia mulai menaikkan suku bunga acuan secara bertahap menjadi 5,25% pada Mei 2026, 5,50% pada 9 Juni 2026, lalu kembali naik menjadi 5,75% pada 18 Juni 2026.
Kenaikan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan tekanan inflasi di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Kalau kamu sedang menabung untuk membeli rumah atau berencana mengajukan KPR dalam waktu dekat, perubahan BI Rate seperti ini layak diperhatikan. Pasalnya, suku bunga acuan ini tuh jadi salah satu faktor yang memengaruhi bunga kredit perbankan.
Saat bunga pinjaman meningkat, cicilan KPR bisa ikut naik, kemampuan pinjaman dapat berkurang, dan strategi membeli rumah pun mungkin perlu disesuaikan.
Lantas, seberapa besar dampaknya bagi calon pembeli rumah? Simak penjelasannya berikut ini.
Table of Contents
Apa Itu BI Rate?

BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Saat ini, acuan yang digunakan adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate, yaitu suku bunga yang menjadi pedoman bagi perbankan dalam menentukan bunga berbagai produk keuangan, termasuk tabungan, deposito, hingga Kredit Pemilikan Rumah alias KPR.
Sederhananya, ketika BI Rate berubah, biaya meminjam uang di perbankan juga bisa ikut berubah. Itulah sebabnya setiap kali Bank Indonesia mengumumkan kenaikan atau penurunan BI Rate, banyak orang yang sedang berencana membeli rumah mulai memperhatikan dampaknya.
Bank Indonesia enggak akan menaikkan atau menurunkan BI Rate tanpa alasan. Kayak sekarang, misalnya. Ketika nilai tukar rupiah melemah dan tekanan ekonomi global meningkat, Bank Indonesia memilih menaikkan BI Rate untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Suku bunga yang lebih tinggi diharapkan membuat aset keuangan dalam rupiah menjadi lebih menarik sehingga aliran modal asing tetap masuk atau tidak keluar dari Indonesia. Langkah ini juga membantu menahan pelemahan rupiah agar enggak semakin dalam.
Selain menjaga nilai tukar, kenaikan BI Rate juga bertujuan mengendalikan inflasi. Saat bunga pinjaman naik, masyarakat dan pelaku usaha cenderung lebih berhati-hati dalam meminjam dan membelanjakan uang. Permintaan barang dan jasa pun menjadi lebih terkendali sehingga kenaikan harga dapat diredam. Sebaliknya, jika inflasi sudah stabil dan pertumbuhan ekonomi perlu didorong, Bank Indonesia dapat menurunkan BI Rate agar kredit lebih murah, konsumsi meningkat, dan aktivitas ekonomi kembali bergerak lebih cepat.
Baca juga: Pengajuan KPR Rumah Dijamin Lolos dengan 3 Tip Ini!
Dampak Naiknya BI Rate untuk yang Mau Beli Rumah (Apalagi Pakai KPR)

Saat BI Rate naik, ada beberapa hal yang bisa terjadi. Apa saja?
1. Cicilan KPR Berpotensi Lebih Mahal
Kenaikan BI Rate dapat mendorong bank menyesuaikan suku bunga KPR, terutama setelah masa bunga fixed berakhir dan masuk ke periode floating. Saat bunga naik, angsuran bulanan juga bisa ikut meningkat sehingga alokasi pengeluaran setiap bulan menjadi lebih besar.
Sebagai gambaran, pinjaman KPR sebesar Rp500 juta dengan tenor 20 tahun akan menghasilkan cicilan yang berbeda ketika bunga berubah. Selisih bunga 1% saja dapat membuat cicilan naik ratusan ribu rupiah setiap bulan. Jika dihitung hingga akhir tenor, tambahan biaya yang dibayarkan bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Karena itu, perubahan suku bunga sekecil apa pun wajib diperhitungkan sebelum mengajukan KPR.
2. Kemampuan Pinjaman Bisa Berkurang
Saat mengajukan KPR, bank akan menilai kemampuan membayar cicilan berdasarkan penghasilan dan kewajiban keuangan yang sudah dimiliki. Ketika suku bunga lebih tinggi, estimasi cicilan ikut membesar. Kondisi ini membuat rasio cicilan terhadap pendapatan juga meningkat.
Akibatnya, plafon pinjaman yang disetujui bisa lebih kecil dibandingkan ketika bunga masih rendah. Misalnya, jika sebelumnya penghasilanmu cukup untuk mengajukan pinjaman Rp800 juta, setelah bunga naik bank mungkin hanya menyetujui Rp700 juta atau bahkan lebih rendah. Selisih tersebut dapat memengaruhi pilihan rumah yang bisa dibeli.

3. DP Jadi Semakin Penting
Saat bunga kredit sedang tinggi, punya DP yang lebih besar sudah pasti akan lebih menguntungkan. Semakin besar DP yang dibayarkan, semakin kecil dana yang perlu dipinjam dari bank.
Jumlah pinjaman yang lebih rendah membuat cicilan bulanan menjadi lebih ringan sekaligus mengurangi total bunga yang harus dibayar selama masa kredit. Selain itu, peluang pengajuan KPR disetujui juga dapat meningkat karena nilai pinjaman yang diminta menjadi lebih kecil.
4. Persaingan Mendapatkan Promo KPR Semakin Ketat
Kalau BI rate lagi tinggi, promo KPR menjadi lebih menarik karena dapat membantu mengurangi beban biaya pada tahun-tahun awal kredit. Enggak sedikit bank yang menawarkan bunga fixed selama dua hingga lima tahun, potongan biaya provisi, subsidi biaya administrasi, atau bebas biaya appraisal untuk menarik calon nasabah.
Promo seperti ini kadang diberlakukan kuota maupun periode terbatas. Jadi, sebelum memutuskan mengajukan KPR, luangkan waktu untuk membandingkan penawaran dari beberapa bank. Jangan hanya melihat besarnya bunga awal, tetapi cek juga kapan bunga floating mulai berlaku, berapa estimasi bunganya, serta biaya-biaya lain yang muncul selama proses pengajuan hingga kredit berjalan.
Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat bagi Pasangan Muda Membeli Rumah?
Kenaikan BI Rate memang dapat membuat rencana membeli rumah menjadi lebih menantang, terutama karena bunga KPR berpotensi ikut meningkat. Meski begitu, kondisi ini bukan berarti kamu harus mengurungkan niat memiliki rumah.
Yang penting, info dan data di awal memang harus lengkap. Jadi, sebelum mengambil keputusan, luangkan waktu untuk menghitung kemampuan bayar dan membandingkan penawaran dari beberapa bank agar cicilan tetap aman bagi kondisi keuanganmu dalam jangka panjang. Semangat!
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




