
Siapa nih yang kerasa kalau lapangan kerja makin ke sini terasa makin sempit dan penuh persaingan? Ngacung!
Banyak orang sudah melamar ke sana-sini tapi belum juga ada hasil yang pasti. Kalau lihat curhatan di media sosial, rasanya sedih banget deh.
Situasi kayak gini memang bikin siapa saja jadi mudah cemas dan kadang ingin menyerah saja. Iya nggak sih? Tapi tahukah kamu, bahwa justru di saat seperti ini penting untuk tetap tenang dan mencari cara supaya bisa bertahan.
Table of Contents
Bertahan saat Lapangan Kerja Seret

Setiap orang punya cara sendiri untuk menghadapi masa-masa seret seperti ini. Ada yang sibuk belajar lagi, ada yang mencoba peluang lapangan kerja baru, dan ada juga yang memilih untuk rehat sejenak sambil menyusun rencana.
Semua pilihan sah-sah saja asalkan tetap fokus pada tujuan. Yang penting, jangan sampai berhenti bergerak dan terus memberi ruang untuk kemungkinan baik datang.
So, kalau sekarang kamu juga lagi mengalami hal yang sama, coba deh lakukan beberapa hal ini untuk bisa meringankan beban dan bertahan.
1. Pertajam Skill yang Sudah Ada
Kalau belum ada peluang atau lapangan kerja baru, cara paling realistis adalah memperkuat kemampuan yang sudah dimiliki. Lihat dulu skill utama yang selama ini jadi andalan, lalu cek apakah masih relevan di kondisi sekarang.
Kadang, kemampuan yang kita punya sudah bagus, tapi belum cukup mengikuti kebutuhan pasar. Misalnya, kalau sudah bisa desain, coba belajar desain yang lebih spesifik lagi. Misalkan belajar UI/UX, atau desain lain yang banyak dicari sekarang.
Kamu bisa ambil kursus singkat atau ikut pelatihan online gratis yang banyak bertebaran. Nggak perlu mahal atau ribet, yang penting konsisten. Hasil belajar ini bisa ditunjukin lewat portofolio biar makin percaya diri saat melamar. Skill yang makin tajam bikin kita lebih siap begitu kesempatan datang. Jangan tunggu dihubungi dulu, siapin diri dari sekarang.
Baca juga: 7 Soft Skill Karyawan yang Harus Selalu Ditingkatkan di Zaman Teknologi
2. Belajar Skill Tambahan
Jangan puas hanya dengan satu keahlian. Zaman sekarang, orang dengan skill lebih dari satu lebih gampang bertahan. Coba pikirkan, kira-kira keahlian apa yang bisa melengkapi kemampuan utama.
Misalnya, kalau selama ini kerja di bidang administrasi, coba belajar dasar-dasar Excel tingkat lanjut atau cara mengelola media sosial. Atau kalau kerja di bidang pendidikan, bisa belajar bikin materi digital atau video pembelajaran.
Skill tambahan ini bisa jadi nilai plus di mata perekrut. Bahkan kadang membuka jalan buat pindah bidang kerja yang lebih menjanjikan. Banyak kursus murah atau gratis di internet yang bisa dicoba pelan-pelan. Jangan merasa terlambat belajar, karena tiap skill baru selalu ada gunanya. Yang penting mulai dulu dan tekuni.
3. Bangun Jaringan
Di masa lapangan kerja seret, punya jaringan yang luas sangat membantu. Banyak lowongan justru nggak diumumkan secara terbuka tapi lewat rekomendasi.
Cobalah mulai dari sirkel terdekat, seperti teman, keluarga, atau mantan rekan kerja. Bilang saja sedang cari peluang dan terbuka untuk apa saja.
Selain itu, aktiflah di komunitas atau grup yang relevan dengan bidang yang ditekuni. Bisa ikut seminar online, webinar, atau workshop gratis. Jangan sungkan untuk kenalan dengan orang baru, walau hanya lewat media sosial profesional seperti LinkedIn.
Kadang satu perkenalan saja bisa membawa informasi berharga. Bangun hubungan baik, bukan cuma pas butuh. Semakin banyak orang yang mengenal kita dan tahu kemampuan kita, makin besar peluang mendapatkan info kerja.

4. Cari Pekerjaan Sampingan
Kalau belum ada lapangan kerja tetap, jangan tunggu diam saja. Cobalah ambil kerja sampingan atau proyek kecil-kecilan. Banyak cara yang bisa dicoba, misalnya jadi freelancer di bidang yang dikuasai. Atau kalau belum punya pengalaman freelance, bisa mulai dengan jualan online barang-barang kecil. Bisa juga bantu-bantu usaha orang lain, misalnya jadi admin, bantu packing, atau jadi asisten pribadi.
Pekerjaan sampingan ini nggak hanya membantu finansial, tapi juga menambah pengalaman dan relasi. Kadang malah bisa jadi jalan untuk karier baru. Jangan remehkan usaha kecil, karena siapa tahu berkembang jadi sesuatu yang lebih besar nanti. Yang penting tetap aktif dan terus bergerak.
5. Jaga Mental dan Fisik
Masa sulit sering bikin stres tanpa disadari. Padahal, pikiran yang tenang dan tubuh yang sehat sangat penting supaya tetap kuat mencari peluang.
Jangan biarkan diri terlalu larut dalam kecemasan. Ambil waktu buat istirahat yang cukup setiap hari. Cari cara untuk relaksasi, misalnya jalan pagi, olahraga ringan, atau sekadar baca buku favorit. Makan yang bergizi juga penting supaya daya tahan tubuh tetap baik.
Jangan lupa tidur cukup, jangan begadang terus hanya untuk overthinking. Kalau perlu, ceritakan beban pikiran ke orang yang dipercaya biar lebih lega.
Dengan kondisi mental dan fisik yang baik, kita bisa lebih fokus dan nggak gampang menyerah. Masa lapangan kerja seret akan terasa lebih ringan kalau badan dan pikiran dalam kondisi prima.
6. Evaluasi Diri
Kalau sudah melamar banyak tapi belum dapat panggilan, coba berhenti sebentar dan evaluasi diri. Perhatikan lagi CV, surat lamaran, dan cara melamar selama ini. Mungkin ada bagian yang kurang menarik atau malah kurang jelas. Bisa juga kita melamar ke posisi yang kurang tepat dengan latar belakang yang dimiliki.
Coba minta pendapat teman atau mentor yang lebih berpengalaman untuk masukan. Kalau perlu, ikut pelatihan singkat tentang cara melamar yang efektif.
Jangan lupa cek juga sikap saat wawancara, apakah sudah menunjukkan kesiapan dan percaya diri. Evaluasi ini penting supaya kita nggak mengulang kesalahan yang sama. Dengan begitu, peluang diterima jadi lebih besar ke depannya.

7. Atur Uang dengan Hati-Hati
Di masa lapangan kerja lagi seret, keuangan sering jadi masalah yang paling terasa. Pendapatan yang nggak pasti atau bahkan berhenti bikin pengeluaran harus benar-benar diperhatikan.
So, sekarang kamu harus lakukan sesuatu. Yang pertama, catat semua pengeluaran supaya tahu ke mana saja uang pergi. Prioritaskan kebutuhan pokok dulu, seperti makan, tempat tinggal, dan tagihan penting. Tahan dulu keinginan belanja yang sifatnya cuma buat senang-senang. Kalau bisa, kurangi langganan atau biaya rutin yang sebenarnya nggak terlalu perlu.
Usahakan juga punya dana darurat, sekecil apa pun, supaya ada pegangan kalau situasi makin sulit. Mengatur uang dengan hati-hati bikin kita bisa bertahan lebih lama sambil terus cari peluang. Jangan sampai kehabisan hanya karena kurang disiplin mengatur pengeluaran.
Baca juga: Cara Mengubah Gaya Hidup setelah Mengalami PHK
Lapangan kerja yang seret memang bikin banyak orang harus putar otak supaya tetap bertahan. Dengan langkah yang tepat, kesabaran, dan sedikit keberanian mencoba hal baru, masa-masa sulit ini bisa dilewati pelan-pelan.
Tetap jaga semangat, atur langkah dengan tenang, dan percayalah selalu ada jalan untuk yang terus berusaha. Mangats ya!
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




