
Menerima pesangon bisa memunculkan berbagai perasaan sekaligus. Di satu sisi ada rasa lega karena memperoleh dana yang dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup untuk sementara waktu. Di sisi lain, muncul kekhawatiran tentang kondisi keuangan dan rencana karier ke depan.
Karena itulah, penting untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan setelah menerima pesangon.
Table of Contents
Apa yang Perlu Dilakukan saat Menerima Pesangon?

Langkah yang diambil pada masa transisi ini dapat memengaruhi kondisi finansial dalam beberapa bulan, bahkan beberapa tahun berikutnya. Agar dana pesangon tidak cepat habis dan tetap memberikan manfaat maksimal, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan sejak awal.
1. Jangan Terburu-Buru Menggunakan Dana Pesangon
Menerima pesangon mungkin memang bikin kamu merasa lega di satu sisi. Meski begitu, ini bukan saat yang tepat untuk langsung berbelanja besar atau memenuhi keinginan yang selama ini tertunda.
Anggap dana pesangon sebagai penyangga keuangan sementara sampai kamu mendapatkan sumber penghasilan berikutnya. Semakin hati-hati mengelolanya di awal, semakin panjang pula manfaat yang bisa dirasakan.
Baca juga: Cara Mengelola Pesangon PHK untuk Karyawan Tetap agar Efisien dan Efektif
2. Hitung Berapa Lama Dana Tersebut Bisa Menopang Hidup
Sebelum menyusun rencana apa pun, cari tahu dulu kondisi keuanganmu yang sebenarnya. Catat seluruh kebutuhan rutin, mulai dari biaya makan, listrik, internet, transportasi, hingga cicilan jika ada.
Setelah itu, bandingkan dengan jumlah dana saat kamu menerima pesangon. Perhitungan sederhana ini akan memberi gambaran berapa lama kamu bisa bertahan tanpa pemasukan tetap.
3. Pisahkan Uang untuk Kebutuhan Utama
Menerima pesangon dan menyimpan seluruh dananya dalam satu rekening tanpa pembagian yang jelas bisa bikin pengeluaran sulit dikontrol. Karena itu, alokasikan dana khusus untuk berbagai kategori kebutuhan sehari-hari sejak awal.
Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah memantau pengeluaran dan menghindari penggunaan uang untuk hal yang kurang penting. Cara sederhana ini juga membantu menjaga disiplin selama masa transisi.
4. Tinjau Ulang Pengeluaran Bulanan
Saat masih bekerja, mungkin ada beberapa pengeluaran yang rasanya wajar saja dan enggak terlalu membebani. Namun setelah kehilangan sumber pendapatan utama, kondisi pastinya berubah.
Jadi, coba periksa kembali pengeluaran yang bisa dikurangi atau ditunda sementara. Langkah kecil seperti mengurangi langganan yang jarang dipakai dapat membuat dana pesangon bertahan lebih lama.
5. Prioritaskan Utang dengan Bunga Tinggi
Jika kamu memiliki utang kartu kredit atau pinjaman berbunga besar, pertimbangkan untuk menyelesaikannya lebih dulu begitu kamu menerima pesangon. Bunga yang terus berjalan dapat menggerus dana pesangon secara perlahan tanpa disadari. Mengurangi beban utang juga bisa membuat kondisi keuangan terasa lebih ringan. Setelah kewajiban tersebut berkurang, kamu bisa lebih fokus menyusun langkah berikutnya.
6. Pastikan Perlindungan Kesehatan Tetap Berjalan
Banyak karyawan memperoleh fasilitas kesehatan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Setelah hubungan kerja berakhir, fasilitas tersebut belum tentu tetap berlaku.
Jadi, coba periksa kembali status BPJS Kesehatan atau perlindungan lain yang kamu miliki. Jangan sampai masalah kesehatan justru menambah beban keuangan di saat kondisi sedang tidak menentu.

7. Jangan Langsung Membuka Usaha karena Panik
Membuka usaha memang sering dianggap sebagai solusi setelah terkena PHK dan menerima pesangon. Sayangnya, keputusan yang diambil karena terburu-buru sering berujung pada kerugian.
Sebelum mengeluarkan modal, luangkan waktu untuk melakukan riset pasar dan menghitung risikonya. Pesangon yang habis karena bisnis yang enggak disiapkan dengan baik bakalan jadi masalah baru di kemudian hari.
8. Hindari Investasi yang Terlalu Berisiko
Saat memiliki dana dalam jumlah cukup besar, berbagai tawaran investasi biasanya mulai bermunculan. Namun kondisi setelah menerima pesangon berbeda dengan saat kamu masih memiliki gaji tetap setiap bulan.
Prioritas utama saat ini adalah menjaga kestabilan keuangan. Pastikan kebutuhan jangka pendek sudah aman sebelum mempertimbangkan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi.
9. Segera Update CV dan Profil Profesional
Mengatur keuangan memang penting, tetapi jangan sampai melupakan langkah berikutnya dalam karier. Gunakan waktu untuk update CV, portofolio, dan profil profesional di berbagai platform pencari kerja. Semakin cepat persiapan dilakukan, semakin cepat pula peluang baru bisa datang. Proses mencari pekerjaan sering memakan waktu lebih lama dari perkiraan.
10. Manfaatkan Waktu untuk Menambah Keterampilan
Masa transisi dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan yang selama ini belum sempat dipelajari. Banyak pelatihan dan kursus yang bisa diikuti secara online maupun offline dengan biaya terjangkau. Keterampilan baru tidak hanya memperluas peluang kerja, tetapi juga dapat membuka sumber penghasilan tambahan. Anggap ini sebagai investasi untuk diri sendiri.
11. Waspadai Tawaran Bisnis dan Investasi yang Terdengar Terlalu Manis
Orang yang baru menerima pesangon dalam jumlah besar bisa saja jadi target berbagai penawaran menggiurkan. Mulai dari investasi dengan keuntungan tinggi hingga ajakan bisnis yang diklaim pasti sukses. Kalau kedengaran too good to be true, kamu perlu lebih berhati-hati. Luangkan waktu untuk memeriksa legalitas dan risikonya sebelum mengambil keputusan.

12. Susun Rencana untuk Beberapa Bulan ke Depan
Jangan hanya fokus pada kondisi hari ini. Buat gambaran sederhana tentang apa yang ingin kamu capai dalam tiga, enam, atau bahkan dua belas bulan mendatang. Rencana tersebut bisa mencakup target mencari pekerjaan baru, memulai usaha, atau memperkuat kondisi keuangan.
Dengan arah yang jelas, masa setelah menerima pesangon akan terasa lebih terkontrol dan enggak terlalu membingungkan.
Baca juga: 10 Tip Menggunakan Pesangon PHK untuk Memulai Usaha Baru
Di-PHK memang berat. Mungkin saat ini kamu sedang merasa kecewa, bingung, atau khawatir memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Perasaan seperti itu sangat manusiawi. Menerima pesangon mungkin tidak serta-merta menghilangkan semua beban yang sedang dirasakan, tetapi setidaknya dana tersebut dapat menjadi penopang selama masa transisi.
Karena itu, penting untuk mengelolanya dengan bijak agar kebutuhan tetap terpenuhi sambil mencari peluang dan langkah baru ke depan. Semoga situasi yang sedang dihadapi segera membaik dan membawamu menuju kesempatan yang lebih baik.
Ingin meningkatkan kesejahteraan finansial dan produktivitas karyawan di kantor? Yuk, undang QM Financial untuk mengadakan kelas keuangan yang komprehensif dan praktis di kantor. Hubungi QM Financial sekarang ya!




