
Money avoidance adalah kondisi saat seseorang merasa enggak nyaman berurusan dengan uang. Topik keuangan terasa berat dan cenderung dihindari. Mulai dari cek saldo, bahas gaji, sampai ngatur anggaran.
Tapi masalahnya, menghindari uang itu enggak membuat keadaan jadi lebih baik. Justru sebaliknya, karena dihindari, masalah justru sering menumpuk di belakang.
Banyak orang enggak sadar bahwa sikap ini punya pola dan tanda yang jelas. Ada penyebabnya, dan ada cara mengatasinya.
Dengan memahami hal-hal dasar soal hubungan dengan uang, pelan-pelan beban itu bisa dikurangi. Urusan keuangan pun gak harus selalu terasa menakutkan.
Table of Contents
Apa Itu Money Avoidance?

Dikutip dari Treasury, money avoidance adalah pola pikir negatif soal uang. Orang dengan pola ini melihat uang sebagai sumber masalah, sesuatu yang kudu dijauhi. Topik uang bikin enggak nyaman. Ngobrol soal gaji, tabungan, atau cicilan rasanya berat banget. Bahkan sekadar melihat sisa utang pun bisa bikin cemas.
Masalahnya, sikap seperti ini justru bikin kondisi keuangan makin berantakan. Menghindari uang enggak membuat masalah hilang.
Uang bukan musuh. Uang hanyalah alat. Kalau dipahami dan dikelola dengan benar, uang bisa membantu kita mencapai tujuan hidup. Mulai dari kebutuhan sehari-hari sampai rencana jangka panjang.
Money avoidance sering muncul karena pengalaman atau pemahaman lama yang keliru. Misalnya sejak kecil diajari bahwa membicarakan uang itu tabu. Atau merasa urusan uang selalu identik dengan konflik.
Padahal, sekali lagi, menghindari enggak pernah menyelesaikan apa pun. Yang dibutuhkan justru keberanian untuk pelan-pelan memahami dan menghadapi urusan keuangan sendiri.
Salah satu tanda paling umum yang bisa dilihat pada seseorang yang punya kecenderungan money avoidance adalah menghindari topik keuangan. Obrolan soal uang terasa enggak nyaman. Baik dengan keluarga, teman, atau pasangan. Bahkan saat kondisi keuangan sedang bermasalah, tetap enggan cerita. Minta bantuan pun rasanya berat.
Ciri berikutnya dari karakter money avoidance adalah takut melihat kondisi keuangan sendiri. Membuka aplikasi bank saja bisa bikin deg-degan. Melihat saldo atau catatan transaksi terasa menegangkan. Angka-angka langsung memicu cemas. Padahal belum tentu keadaannya seburuk yang dibayangkan.
Orang dengan money avoidance juga cenderung menunda atau menghindari bikin anggaran. Bujet dianggap menambah stres. Rasanya seperti mengikat diri sendiri. Akhirnya memilih enggak merencanakan apa pun. Jalanin saja, tanpa arah yang jelas.
Baca juga: Mengenal Money Dysmorphia: Gangguan Persepsi Keuangan yang Sering Terabaikan
Cara Mengatasi Money Avoidance

Money avoidance bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Sikap ini biasanya terbentuk dari pengalaman dan kebiasaan lama. Akibatnya, urusan uang terasa menakutkan dan ingin selalu dihindari. Padahal, semakin dijauhi, masalahnya sering makin terasa berat.
Kabar baiknya, pola ini bisa diubah. Dengan langkah yang tepat dan realistis, hubungan dengan uang bisa jadi lebih tenang. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dicoba untuk mengatasi money avoidance.
1. Pahami Dulu Penyebabnya
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah jujur ke diri sendiri. Coba cari tahu kenapa urusan uang terasa menakutkan, dan membuatmu jadi money avoidance.
Bisa jadi karena pernah salah kelola keuangan. Atau pernah punya pengalaman buruk soal utang dan tagihan. Ada juga yang merasa enggak pintar mengatur uang sejak awal.
Sebenarnya, semua itu wajar dan sering kejadian di orang-orang. Dengan tahu akarnya, masalah jadi lebih jelas. Dari situ, solusi yang diambil juga bisa lebih tepat sasaran.
2. Ubah Cara Pandang tentang Uang
Uang bukan sumber masalah. Uang itu enggak ada yang baik dan enggak ada juga yang jahat. Uang itu netral.
Yang bikin bermasalah adalah cara menggunakannya. Coba ganti pikiran lama yang bilang uang itu bikin stres. Ganti dengan pemahaman bahwa uang bisa membantu hidup jadi lebih teratur.
Dengan sudut pandang ini, hubungan dengan uang pelan-pelan jadi lebih sehat. Mengelola uang pun bisa enggak seberat itu lagi.
3. Mulai dari Kebiasaan Kecil tapi Rutin
Enggak perlu langsung bikin rencana keuangan yang ribet. Mulai saja dari hal kecil.
Mulai atasi money avoidance dari mencatat pengeluaran harian, meski cuma di catatan ponsel. Biasakan buka aplikasi bank tanpa panik. Tetapkan target kecil, seperti menabung mingguan dengan nominal ringan.
Kebiasaan sederhana ini membantu rasa kontrol. Lama-lama kepercayaan diri akan tumbuh, sikap money avoidance bisa dikurangi. Mengambil keputusan soal uang jadi terasa lebih aman.
4. Buat Proses Belajar Keuangan Jadi Menyenangkan
Belajar soal uang enggak harus serius dan bikin pusing. Pilih sumber yang bahasanya ringan. Coba deh, gabung di QM Academy. Semua masalah keuangan dibahas ringan dan fun. Kalau kamu kerja di kantor, bisa undang juga QM Team untuk bikin agenda di kantor kamu. Kemasannya seru, bahkan diselingi games.
Kalau cara belajarnya cocok, otak jadi lebih terbuka. Rasa takut pun berkurang. Semakin paham, semakin kecil keinginan untuk menghindar.

5. Gunakan Uang untuk Hal yang Bermakna
Uang bukan cuma soal belanja. Uang juga bisa dipakai untuk hal yang memberi rasa tenang. Misalnya membantu orang tua atau menyiapkan dana masa depan. Bisa juga dialokasikan untuk investasi kecil.
Saat uang dipakai dengan tujuan yang jelas, perasaan bersalah berkurang. Kecemasan juga ikut turun. Mengelola uang jadi terasa lebih masuk akal dan damai.
Baca juga: Upah dan Gaji: 4 Perbedaan Mendasar Antara Keduanya
Karakter money avoidance datang tanpa disadari. Rata-rata karena lelah duluan, dan bukannya karena mau lari dari tanggung jawab.
Saat pola ini dikenali, urusan uang enggak lagi terasa seperti ancaman. Angka tetap angka. Tagihan tetap ada. Tapi rasanya lebih terkendali.
Dengan pemahaman yang lebih jujur dan tenang, hubungan dengan uang bisa pelan-pelan membaik. Semoga.
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




