Teman Pinjam Uang Tapi Tidak Mengembalikan? Ini Cara Menghadapinya
Teman pinjam uang tapi tidak dikembalikan? Situasi ini memang bikin serba salah. Apalagi kalau sudah temenan lama, ya kan?
Mau menagih, takut hubungan jadi canggung. Dibiarkan, kok ya malah jadi beban pikiran. Apalagi kalau awalnya hanya ingin membantu, tapi akhirnya malah merasa dirugikan. Hvft.
Menghadapi kondisi seperti ini, kamu akan butuh cara yang tepat. Salah langkah bisa merusak pertemanan atau malah membuat uang yang dipinjam tak kembali selamanya. Ada beberapa pendekatan yang bisa dicoba, dari mengingatkan dengan sopan hingga mencari solusi lain jika pembayaran terus tertunda.
Mau coba, simak terus sampai selesai ya.
Table of Contents
Trik Menghadapi Teman Pinjam Uang tapi Tidak Dikembalikan

Menghadapi teman pinjam uang tapi tidak dikembalikan memang butuh strategi. Enggak bisa asal menagih, karena bisa merusak hubungan. Tapi juga enggak bisa dibiarkan, karena bisa jadi kebiasaan.
Ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar pinjaman tetap dikembalikan tanpa menimbulkan konflik. Kamu bisa coba kalau kebetulan sedang menghadapi masalah ini.
1. Ingatkan Secara Sopan
Gunakan nada netral dan enggak menekan, misalnya, “Maaf, mau menanyakan soal pinjaman kemarin. Kapan kira-kira bisa dikembalikan?” atau “Aku paham mungkin sedang sibuk, tapi apakah kamu sudah ada rencana untuk melunasi pinjaman yang kemarin itu?”.
Sampaikan secara pribadi dan pilih waktu yang tepat agar enggak membuat teman merasa tertekan. Jika memang orangnya bertanggung jawab, ditanya baik-baik pasti terus merasa tak enak.
Baca juga: Pacar Pinjam Uang, Yay or Nay?
2. Gunakan Pendekatan Personal
Jika teman pinjam uang tapi tidak dikembalikan, coba temui langsung dan ajak berbicara dengan tenang agar komunikasi lebih jelas. Hindari menegur di depan orang lain, di grup, atau media sosial, karena bisa membuat teman merasa malu dan justru menghindar.
Percakapan langsung juga memberi kesempatan untuk memahami kondisinya dan mencari solusi bersama. Siapa tahu, juga bisa langsung clear mendapatkan kepastian.
3. Berikan Batas Waktu
Jika teman pinjam uang tapi tidak dikembalikan dan terus menunda, tetapkan batas waktu yang jelas agar ada kepastian. Misalnya, tanyakan, “Apakah bisa dikembalikan sebelum akhir bulan?”. Atau bisa juga, “Aku membutuhkan uangnya di tanggal 15. Bisa kamu mengembalikannya tanggal 14?”
Jadi, kamu harus memberikan tenggat, tapi tanpa nada mengancam. Sampaikan dengan tegas tetapi tetap sopan, agar enggak terkesan memaksa tetap tetap menunjukkan keseriusan.

4. Tawarkan Solusi Bertahap
Jika teman mengalami kesulitan, tanyakan apakah memungkinkan untuk mengembalikan secara mencicil. Misalnya, “Kalau belum bisa langsung lunas, mungkin bisa dicicil sedikit dulu?”. Pendekatan ini bisa meringankan beban sekaligus memastikan ada progres dalam pelunasan.
5. Gunakan Orang Ketiga
Jika sulit membicarakannya langsung, mintalah bantuan teman yang lebih dekat dengannya untuk menyampaikan pesan secara halus. Pilih orang yang bisa dipercaya dan memiliki hubungan baik dengan kedua pihak agar komunikasi berjalan lancar.
Pastikan cara penyampaiannya tetap sopan dan enggak terkesan menekan, sehingga teman yang pinjam uang tapi tidak dikembalikan ini enggak merasa tersudut atau menjauh.
6. Jadikan Pelajaran
Jika teman pinjam uang tapi tidak dikembalikan, jadikan sebagai pengalaman berharga untuk lebih berhati-hati di masa depan. Evaluasi kembali kebiasaan dalam meminjamkan uang, terutama tanpa jaminan atau kesepakatan yang jelas.
Pertimbangkan untuk hanya membantu dalam jumlah yang enggak membebani keuangan pribadi atau menetapkan aturan yang lebih tegas sebelum memberikan pinjaman di lain waktu.

7. Pertimbangkan Jalur Hukum
Jika jumlah pinjaman cukup besar dan ada bukti tertulis seperti perjanjian, chat, atau transfer bank, jalur hukum bisa menjadi opsi terakhir.
Mulailah dengan mengingatkan kembali secara formal, misalnya melalui surat peringatan. Jika tetap enggak ada itikad baik untuk mengembalikan, konsultasikan dengan pihak berwenang atau jasa hukum untuk mengetahui langkah yang bisa diambil. Namun, pertimbangkan dampaknya terhadap hubungan pertemanan dan pastikan langkah ini benar-benar diperlukan.
Baca juga: Pinjam Dulu Seratus! – Cara Benar Menolak Teman Meminjam Uang
Teman pinjam uang tapi tidak dikembalikan memang bikin dilema. Mau menagih terus, takut hubungan jadi renggang. Tapi kalau dibiarkan, bisa jadi tidak ada tanggung jawab. Ditambah lagi, kadang lebih galak yang ngutang ketimbang yang ngasih utang.
Yang penting, hadapi dengan tenang dan cari cara terbaik agar uang kembali tanpa merusak pertemanan. Kejadian ini juga bisa jadi pelajaran supaya lebih selektif dalam meminjamkan uang di lain waktu.
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!
Apa Itu Kredit Tanpa Agunan? Simak Penjelasan Lengkapnya Dulu!
Seberapa sering kamu mendapat tawaran kredit tanpa agunan? Atau, jangan-jangan malah kamu sudah menjadi debitur?
Punya banyak mau sepertinya memang jadi sifat naturalnya manusia. Seiring waktu, maunya juga bertambah banyak. Kebutuhan meningkat, seiring perubahan kondisi. Belum lagi ada inflasi yang kadang juga ikut bertingkah. Kebutuhan manusia memang tak pernah ada habisnya, sayangnya kadang hal ini tidak disertai dengan sumber daya yang mencukupi.
Boro-boro ikut meningkat seiring bertambah banyaknya kebutuhan. Cukup saja kadang juga jauh.
Di situlah kemudian muncul “kebutuhan” untuk berutang. Salah satu bentuk utang yang sering ditawarkan oleh penyedia jasa layanan keuangan adalah kredit tanpa agunan.
Banyak yang menyebutkan, bahwa produk pinjaman tanpa agunan ini memiliki banyak keunggulan. Nah, utang memang tidak dilarang. Namun, sebelum kamu benar-benar mengajukan pinjaman dana pada kredit tanpa agunan, ada baiknya kamu pahami dulu cara kerja produk ini. Mengapa? Supaya—kalau memang dibutuhkan—kamu bisa mengelolanya dengan bijak, sehingga manfaat bisa optimal tanpa harus terjerumus menjadi utang yang menjerat.

Apa Itu Kredit Tanpa Agunan?
Kredit, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya adalah pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsur. Sedangkan agunan adalah jaminan. Dengan demikian, bisa disimpulkan dengan cukup mudah, bahwa kredit tanpa agunan adalah produk pemberian pinjaman dana yang skema pengembaliannya dengan cara diangsur atau dicicil, tanpa memerlukan jaminan.
Kredit Tanpa Agunan, atau KTA, umumnya dimanfaatkan untuk pengajuan kredit demi memenuhi berbagai kebutuhan nonproduktif. Misalnya, untuk membiayai liburan, renovasi rumah, membeli berbagai macam barang, dan sebagainya.
Lembaga pembiayaan, misalnya seperti bank, biasanya memberikan pinjaman dengan kisaran Rp5 juta hingga ratusan juta rupiah, dengan tenor 3 hingga 5 tahun. Memang tenornya pendek, karena memang melayani berbagai kebutuhan jangka pendek. Tidak seperti kredit kepemilikan rumah, alias KPR, yang bisa sampai puluhan tahun.

Kelebihan Kredit Tanpa Agunan
Kredit Tanpa Agunan—seperti namanya—ditawarkan bagi nasabah yang tidak memiliki aset untuk dijadikan sebagai agunan atau jaminan. Memang di situlah kelebihan produk ini. Syaratnya lebih ringan, di antaranya:
- Tidak butuh jaminan atau agunan
- Proses pencairannya relatif lebih cepat, maksimal 14 hari kerja
- Prosedurnya juga gampang, enggak panjang seperti KPR
- Beberapa bank punya produk bundling KTA dan asuransi
- Pencairan bisa langsung ambil tunai, atau via transfer
Nah, seperti biasa, kalau ada hal yang mudah, pasti juga ada trade off-nya. Ini normal. Begitu juga dengan KTA ini. Beberapa hal yang bisa “menyulitkan” dalam KTA:
- Suku bunga relatif tinggi
- Jika KTA adalah produk dari bank, maka biasanya ada syarat wajib memiliki kartu kredit lebih dulu
- Tenor pendek, biasanya maksimal hanya 5 tahun
- Plafon jumlah pinjaman juga rendah, tidak bisa sampai ratusan juta seperti halnya kredit dengan agunan
- Ada denda yang besar jika kita terlambat mengangsur, atau mengalami gagal bayar
Nah, kalau kamu memang merasa membutuhkan, ya tidak ada larangan untuk ambil Kredit Tanpa Agunan ini. Faktanya, banyak orang bisa juga memanfaatkannya dengan baik, dan akhirnya bisa menjadi leverage alias daya ungkit agar bisa mencapai hal-hal yang di luar jangkauan.
Kamu juga bisa, tetapi wajib hati-hati. Pasalnya, jika tidak memahami cara kerjanya atau tidak mampu mengelola utang dengan baik dan bijak, alih-alih jadi daya ungkit, utang KTA justru bisa menenggelamkanmu dalam gunung utang yang tak bertepi. Tsah.
Lalu gimana dong?

Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengambil Kredit Tanpa Agunan
1. Pahami 3 syarat utang sehat
Sudah tahu kan 3 syarat utang sehat?
- Tujuannya jelas, untuk apa utang?
- Periode yang cocok, jangka waktu penggunaan harus lebih lama dibanding jangka waktu pinjaman.
- Mampu bayar kembali
So, mau ambil Kredit Tanpa Agunan? Cek, untuk apa utangnya? Ada hal yang jelas dibutuhkan, dan tidak bisa memanfaatkan pos dana yang lain, dan juga tidak mungkin untuk menabung dulu? Apakah nanti durasi penggunaan atau pemanfaatannya lebih panjang daripada tenor pinjaman? Nantinya, bisa mengangsur dengan dana dari sumber yang mana?
Jika semua pertanyaan tersebut bisa dijawab, maka mau ambil KTA, ya silakan saja.
2. Perhatikan syarat KTA
Perhatikan syarat Kredit Tanpa Agunan yang ditentukan oleh pihak pemberi pinjaman. Bisa jadi berbeda satu sama lain, tetapi syarat umum di antaranya adalah:
- Warga negara Indonesia, berusia minimal 21 tahun, memiliki identitas diri yang resmi
- Menyediakan bukti penghasilan ataupun slip gaji terakhir. Atau surat izin usaha atau praktik untuk yang profesional
- Memiliki rekening bank dan/atau kartu kredit di bank yang bersangkutan
- Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP
Silakan cek di lembaga pembiayaan terkait mengenai syarat lengkapnya ya. Penuhi semua syaratnya, jangan sampai ada yang ketinggalan.
3. Lakukan simulasi
Umumnya, pihak bank atau lembaga pembiayaan memiliki kalkulator simulasi pinjaman yang bisa kita manfaatkan untuk melihat, seperti apa gambaran pengembalian dengan cicilan nantinya.
Manfaatkan fasilitas atau fitur ini, agar kamu semakin mudah menyusun rencana pengembalian pnjaman.
4. Pinjam sesuai kebutuhan, bukan keinginan
Pinjamlah sesuai kebutuhan. Karena itu, perhitungkanlah dengan cermat.
Pinjamlah pada lembaga resmi yang sudah terdaftar dan diawasi oleh pemerintah. Kamu bisa meminjam ke bank, ataupun ke fintech pinjaman online. Untuk yang terakhir, pastikan fintech yang bersangkutan sudah terdaftar dan/atau memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan.
Jangan pernah meminjam dari mereka yang berada di luar wewenang pemerintah. Kalau ada apa-apa, urusannya panjang dan melebar ke mana-mana.
5. Miliki dana darurat dan asuransi yang memadai
Utang adalah suatu aktivitas yang penuh risiko. Karena itu, adalah penting bagi kamu untuk memastikan bahwa kamu memiliki jaring pengaman keuangan yang cukup, terdiri atas dana darurat dan asuransi.
Pastikan dana daruratmu minimal sudah 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Pastikan juga kamu sudah memiliki asuransi wajib, yaitu asuransi kesehatan, dan bila perlu ditambah dengan asuransi jiwa.
Nah, itu dia sekilas gambaran tentang Kredit Tanpa Agunan. Semoga bisa menambah gambaran mengenai skema pinjamannya ya. Yang terpenting, selalu pastikan bahwa kamu mampu membayarnya kembali sesuai kesepakatan.
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!