
In this economy, ketika kehidupan semakin berat, fungsi dana darurat menjadi semakin krusial. Ya, kita sih enggak akan berharap sesuatu buruk terjadi ya, tapi life happens beneran.
Dana darurat akan dapat memperpanjang napas kita saat diperlukan. Karena itu, iya kondisi berat, iya kebutuhan meningkat, kadang gaji juga ngepas buat kebutuhan. Tapi, yuk, usahakan untuk punya dana darurat yang cukup.
Nah, cukup itu seberapa?
Table of Contents
Cara Menghitung Kebutuhan Dana Darurat

Sebelum mulai membangun dana darurat, kamu perlu tahu dulu berapa kebutuhannya. Banyak orang yang bingung di sini, karena enggak tahu mesti punya berapa banyak untuk cadangan kas. Nah, biar lebih mudah, kamu bisa ikuti beberapa langkah berikut.
1. Hitung Kebutuhan Rutin Setiap Bulan
Untuk dapat menghitung kebutuhan dana darurat, yang pertama dilakukan pastinya adalah mengenali kebutuhanmu yang secara rutin kamu keluarkan setiap bulan. Nah, untuk itu, sekarang saatnya kamu membuka-buka lagi catatan keuanganmu yang bisa menunjukkan pengeluaran rutinmu apa saja.
Misalnya, kamu ada beberapa pos berikut:
- Kontrakan atau cicilan KPR
- Utilitas, seperti listrik, air, dan internet
- Makan dan kebutuhan rumah tangga
- Transportasi
- Cicilan utang, termasuk kartu kredit, jika ada
- Iuran asuransi
- Dan sebagainya
Hitung total pengeluaran bulanan tetap yang rutin dilakukan di atas. Namun, jangan masukkan biaya gaya hidup seperti liburan, belanja hobi, dan sejenisnya ya. Kamu harus fokus ke kebutuhan pokok.
Baca juga: Mencapai Keseimbangan Antara Menabung dan Gaya Hidup
2. Tentukan Jumlah Bulan yang Ingin Dicadangkan
Besaran dana darurat akan tergantung pada seberapa banyak bulan yang ingin dicadangkan. Kamu pengin punya dana darurat untuk 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan, pastinya akan memengaruhi besaran akhirnya.
Sebagai patokan, kamu bisa mengikuti dalil yang banyak dibagikan oleh ahli keuangan—termasuk para trainer QM Financial. Patokannya begini:
- Buat yang masih lajang dan tanpa tanggungan: 3 bulan biaya hidup
- Menikah tanpa anak: 6 bulan biaya hidup
- Menikah dengan anak satu: 9 bulan biaya hidup
- Menikah dengan dua anak: 12 bulan biaya hidup
Angka di atas bukanlah angka yang kaku. Pasalnya, kondisi orang memang berbeda-beda. Angka tersebut bisa kamu sesuaikan, terutama dengan kemampuan. Ya, untuk bisa langsung punya dana darurat 12 bulan biaya hidup itu bisa saja sulit. Karena itu, sesuaikan dengan kemampuan. Baru bisa satu bulan saja juga enggak apa, yang penting bisa mulai dulu.
3. Hitung Berdasarkan Kebutuhan dan Jumlah Bulan
Rumus sederhana dana darurat sebagai berikut:
Pengeluaran bulanan x jumlah bulan
Jadi, kalau dari perhitungan poin pertama misalnya kamu perlu biaya hidup atau pengeluaran bulanan sebesar Rp5 juta, lalu karena kamu masih single maka kamu butuh 3 bulan dana darurat, maka perhitungannya menjadi:
Dana darurat = 5.000.000 x 3 bulan
= 15.000.000
Cara Membangun Dana Darurat dari Nol

Sudah tahu berapa banyak yang kudu disiapkan, sekarang kamu bisa mulai membangun dana darurat yang harus kamu punya. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.
1. Pisahkan Rekening Khusus
Pada prinsipnya, dana darurat adalah dana mengendap yang enggak boleh dipakai kecuali untuk hal-hal yang memang bersifat darurat. Jadi, sebaiknya kamu simpan di rekening atau tabungan terpisah, yang berbeda dari rekening buat terima gaji, buat belanja harian, dan sejenisnya. Tujuannya ya biar aman, enggak menggoda untuk dipakai.
Kamu juga bisa memanfaatkan jenis-jenis produk penyimpanan uang yang lain, misalnya mau pakai e-wallet khusus atau bisa juga pakai produk keuangan jangka pendek yang berbunga. Contohnya seperti tabungan berjangka, deposito, atau reksa dana pasar uang.
2. Sisihkan Rutin Setiap Bulan
Menabung untuk dana darurat harus kamu perlakukan seperti pos pengeluaran yang lain. Artinya, jangan dibuat dari sisa uang belanja, karena ya namanya uang belanja jarang ada sisanya.
So, kamu sebaiknya memakai prinsip “bayar diri sendiri dulu”, artinya langsung sisihkan sesuai posnya begitu kamu terima gaji atau ada penghasilan.
Berapa besaran yang sebaiknya disisihkan ini? Ya, idealnya 10–20% dari pendapatan bulanan. Kalau masih terlalu sulit, kamu bisa mulai dari nominal kecil yang konsisten. Misalnya Rp500.000 per bulan.
3. Tambahkan dari Sumber Ekstra
Saat kita kerja, kadang ya dapat rezeki lebih. Pastinya harus disyukuri, betul? Salah satu bentuk syukurnya adalah dengan mengelolanya sebaik mungkin.
So, kalau kamu ada uang lembur, bonus tahunan, THR, cashback, atau hasil jual barang bekas, cobalah untuk langsung masukkan ke rekening dana darurat. Dengan begitu, kamu bisa mempercepat tercapainya target yang sudah ditentukan sebelumnya.
4. Kurangi Pengeluaran Sementara
Selagi kamu fokus untuk membangun dana ini, di sisi lain ya kamu harus pintar-pintar memilah, mana kebutuhan penting dan mana yang kurang penting atau sifatnya sementara. Coba cek lagi di catatan keuangan, pasti ada pos-pos tertentu yang bisa dikurangi karena enggak signifikan buat hidup.
Misalnya saja, batasi nongkrong, langganan aplikasi yang jarang dipakai, atau belanja impulsif. Dari pembatasan ini, alihkan selisih penghematan ke dana darurat.
5. Gunakan Hanya untuk Kondisi Darurat
Nah, namanya juga dana untuk keperluan darurat, jadi ya hanya digunakan saat kondisinya darurat. Artinya, kondisi itu benar-benar krusial yang kalau enggak mengeluarkan uang maka akan membuatmu mengalami kesulitan.
Contoh kondisi darurat misalnya sakit, kehilangan pekerjaan, pompa air rusak, aki mobil tekor, dan sebagainya. Diskon belanja tanggal cantik, konser bias, promo travel, dan sejenisnya enggak termasuk darurat ya.

6. Progressive Saving
Ada satu tip yang bisa kamu lakukan juga agar proses membuat dana daruratmu lebih lancar, yaitu dengan progressive saving. Progressive saving adalah cara menabung dengan nominal yang meningkat secara berkala.
Misalnya, di bulan pertama kamu bisa menabung Rp100.000. Bulan berikutnya, coba ditingkatkan ke Rp200.000, lalu Rp300.000, dan seterusnya hingga kamu terbiasa menabung dengan nominal yang cukup.
Dengan begitu, kamu enggak terlalu berat untuk memulai kebiasaan baik ini.
Baca juga: 5 Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Si Lajang
Jadi, gimana? Seharusnya sih enggak berat ya bikin dana darurat ini. Apalagi kalau manfaatnya juga sebesar itu. Yuk, mulai dari kecil dulu!
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




