
Banyak orang kerja keras mencari uang setiap hari. Tapi nggak sadar, bahwa uang bisa dibikin kerja balik buat kita. Padahal, ada beberapa jenis aset yang menghasilkan uang sendiri lho.
Ya, begitulah. Masih banyak yang tahunya bisa dapat uang adalah dengan bekerja secara aktif. Menukar waktu, pikiran, tenaga, energi, dengan uang. Padahal ada cara lain yang juga bisa—dan harusnya kita pakai—untuk bisa mendapatkan uang lebih banyak lagi.
Table of Contents
Jenis Aset yang Menghasilkan Uang

Bicara soal aset memang seringnya terdengar berat. Tapi sebenarnya, banyak jenis aset yang bisa dimiliki dan dikelola sejak muda, bahkan dengan modal kecil. Penting buat kenal lebih awal, karena aset inilah yang nantinya bisa bantu menopang keuangan di masa depan—entah untuk kebutuhan sehari-hari, mimpi jangka panjang, atau saat tak lagi bisa bekerja seaktif sekarang.
Berikut adalah beberapa jenis aset yang menghasilkan uang yang seharusnya kita miliki sejak awal.
1. Properti Sewa
Kamu punya rumah kosong atau apartemen yang enggak ditempatin? Daripada nganggur, mendingan properti kamu itu disewakan saja. Lumayan kan? Karena rumah dan apartemen jelas merupakan aset yang menghasilkan uang.
Kalau disewakan per tahun, per bulan, bahkan harian, kamu bisa dapat penghasilan yang cukup stabil lho. Apalagi kalau lokasinya strategis, infrastruktur di sekitar juga mendukung. Pasti akan semakin tinggi harga sewanya.
Selain untuk dihuni, kamu juga bisa menyewakan properti ruko atau kos-kosan. Keuntungannya juga sama stabilnya. Apalagi kalau ruko bisa banget jangka panjang.
Memang sih, butuh modal awal yang besar. Tapi nilainya cenderung stabil dibanding aset lain. Memang juga perlu perawatan, pajaknya pun besar. Tapi kalau dikelola dengan baik, properti bisa jadi satu aset aktif yang sangat bisa diandalkan.
Baca juga: Aset Finansial: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Aset Riil yang Perlu Diketahui
2. Saham Dividen
Saham dividen artinya adalah saham perusahaan yang sudah kamu beli dan rutin membagikan laba yang didapat. Jumlahnya bervariasi, enggak selalu sama karena diperhitungkan dengan keuntungan yang didapat.
Jenis aset yang menghasilkan uang satu ini cocok buat yang pengin punya penghasilan pasif tapi bukan dari aset riil. Risiko ya pastinya tetap ada. Tapi bisa di-manage. Misalnya, kamu pilih saham perusahaan yang stabil dan sehat. Kayak saham perusahaan consumer goods atau perbankan.
Selain dapat dividen, umumnya saham jenis ini juga punya potensi keuntungan dari capital gain. Kalau kamu bisa jual dengan harga yang lebih tinggi dari pas belinya, kamu bisa dapat keuntungan. Tapi, kalau kamu jual pastinya kamu juga “kehilangan” hak mendapatkan dividen ya.

3. Obligasi
Obligasi adalah surat utang. Penerbitnya bisa pemerintah, bisa juga perusahaan. Kalau kita beli obligasi, artinya kita sedang meminjamkan uang pada pihak penerbitnya. Nantinya, kita akan menerima bunga atau kupon atas pinjaman yang kita berikan. Ketika jatuh tempo, uang kita akan dikembalikan sepenuhnya.
Jadi, obligasi merupakan salah satu jenis aset yang menghasilkan uang dan cukup potensial. Semakin besar pinjaman yang kita lakukan, maka bunga atau kuponnya juga bisa lebih besar.
Untuk risiko, tergantung penerbitnya. Kalau obligasinya diterbitkan oleh pemerintah, risikonya cenderung rendah.
5. Bisnis (Usaha Sendiri atau Bagi Hasil)
Kalau punya modal lebih, bisa juga coba bisnis. Sistemnya bisa usaha sendiri atau bisa juga bagi hasil dengan gabung ke usaha orang lain. Jadi investor bisnis orang, maksudnya.
Sekarang banyak bisnis kekinian yang menarik. Bisa buka kedai kopi, usaha makanan rumahan, atau dropship produk online.
Jadi investor bisnis orang bisa jadi opsi kalau kamu enggak bisa pegang bisnisnya langsung. Jadi silent partner, istilahnya, tinggal terima bagian dari keuntungan.
Agar bisa me-manage risiko yang mungkin timbul, penting untuk bisa memilih usaha yang jelas, dengan dikelola orang yang tepercaya. Potensi keuntungan bisnis ini bisa lebih besar dibanding investasi konvensional. Tapi ya harus siap kalau hasil enggak selalu stabil.
Namun, kalau ditekuni, bisnis bisa jadi aset yang menghasilkan uang, yang terus tumbuh. Banyak orang yang akhirnya hidup dari hasil usahanya sendiri, bukan dari gaji bulanan.
6. Peer-to-Peer Lending
P2P Lending merupakan jenis aset baru yang semakin populer sekarang. Cara kerjanya, kita memberikan pinjaman kepada pihak lain—bisa perseorangan atau bisa juga UMKM—melalui platform online.
Imbal hasilnya cukup positif, bisa sampai 15% per tahun. Tentu saja ini bukan angka mati ya, tergantung profil risiko juga. Semakin tinggi risiko peminjam, bunga akan semakin tinggi. Artinya harus hati-hati dalam memilih.
Pilih platform yang diawasi OJK, yang sudah punya rekam jejak bagus. Uangnya bisa tersebar ke beberapa peminjam supaya lebih aman.

7. Royalti
Kalau kamu tipe-tipe orang kreatif, kamu juga bisa membangun aset yang menghasilkan uang lewat karya-karyamu. Misalnya saja buku—termasuk ebook—lagu, foto, desain, dan produk kreatif lainnya.
Untuk jenis aset ini, kamu cuma perlu mengerjakannya sekali saja, dan berikutnya kamu bisa generate penghasilan dari penjualan ulang. Cukup potensial lho. Semakin banyak karya yang diproduksi, semakin besar peluang passive income-nya.
Baca juga: Mengenal Danantara: Lembaga Investasi Baru yang Kelola Aset Negara
Setiap orang seharusnya punya aset yang menghasilkan uang setidaknya satu jenis. Syukur-syukur bisa beberapa sekaligus. Dengan begitu, kita tidak terlalu ngoyo untuk kerja keras dari pagi sampai malam—atau malah malam sampai malam? Dengan begitu juga, kita ada waktu untuk meningkatkan kualitas hidup, bersama diri sendiri, bersama keluarga, dan orang-orang yang kita sayangi. Setuju nggak?
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




