
Mengatur gaji bulanan kadang terasa rumit ketika banyak kebutuhan harus dipenuhi dalam waktu bersamaan. Harus bagi uang untuk makan, bayar tagihan, cicilan utang, syukur-syukur bisa juga menikmati hiburan, sampai menyisihkan tabungan. Supaya penghasilan enggak habis tanpa arah, contoh budgeting plan bisa menjadi panduan untuk membagi uang berdasarkan kebutuhan dan prioritas keuangan setiap bulan.
Nah, kalau di QM Financial, ada formula 4-3-2-1, yaitu membagi penghasilan menjadi 40% untuk kebutuhan rutin, 30% untuk cicilan utang, 20% untuk gaya hidup, dan 10% untuk tabungan. Angka ini bukan angka mati, kamu bisa mengganti angkanya dengan kondisi. Misalnya, kamu enggak punya utang, jatah cicilan utang bisa kamu masukkan ke kebutuhan rutin atau ke tabungan.
Pembagian ini bisa bantu kamu menentukan batas pengeluaran sejak awal gajian. Dengan begitu, setiap rupiah memiliki tujuan yang jelas dan pengeluaran lebih mudah dikendalikan.
Table of Contents
Langkah-Langkah Cara Membuat Budgeting Plan Paling Sederhana

Menyusun anggaran bulanan bisa dimulai dengan mencatat penghasilan bersih dan mengelompokkan pengeluaran berdasarkan kebutuhan. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan agar contoh budgeting plan lebih mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Hitung Penghasilan Bersih Setiap Bulan
Catat total uang yang benar-benar diterima setelah dipotong pajak, iuran, atau potongan lainnya. Jika memiliki penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan, masukkan juga nominal yang sudah pasti diterima. Angka ini menjadi dasar untuk menentukan anggaran setiap kategori.
Baca juga: Takut Salah Mengelola Gaji Pertama? Ini Prioritas Keuangan untuk Karyawan Muda
2. Alokasikan 40% untuk Kebutuhan Rutin
Gunakan 40% penghasilan untuk membayar kebutuhan pokok, seperti biaya makan, transportasi, listrik, air, internet, dan belanja rumah tangga. Misalnya, kalau gaji bulanan kamu mencapai Rp8 juta, anggaran untuk kategori ini sebesar Rp3,2 juta.
Buat daftar pengeluaran rutin beserta nominalnya agar total biaya enggak melampaui batas. Dahulukan kebutuhan yang mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk biaya perjalanan ke kantor dan kebutuhan pribadi.
3. Sisihkan 30% untuk Cicilan Utang
Alokasikan 30% penghasilan untuk membayar kewajiban keuangan, seperti cicilan kendaraan, pinjaman pribadi, atau tagihan kartu kredit. Pada gaji Rp8 juta, porsinya mencapai Rp2,4 juta per bulan.
Catat tanggal jatuh tempo dan nominal setiap cicilan agar pembayaran enggak terlambat. Jika total cicilan melebihi anggaran tersebut, evaluasi pengeluaran lain dan susun kembali pembagian dana supaya kewajiban tetap terpenuhi.

4. Batasi 20% untuk Pengeluaran Lifestyle
Anggaran lifestyle mencakup kebutuhan hiburan dan aktivitas yang memberikan kesenangan, seperti menonton film, nongkrong di kafe, berlangganan layanan streaming, atau membeli barang hobi. Dengan gaji Rp8 juta, tersedia Rp1,6 juta untuk kategori ini.
Tentukan batas pengeluaran mingguan supaya dana hiburan enggak habis dalam beberapa hari pertama setelah gajian. Cara ini juga membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kewajiban keuangan.
5. Sisihkan 10% untuk Tabungan
Sisihkan 10% penghasilan atau Rp800 ribu dari gaji Rp8 juta untuk tabungan. Dana tersebut bisa digunakan untuk membangun dana darurat, mempersiapkan kebutuhan jangka pendek, atau mencapai target keuangan tertentu.
Agar konsisten, pindahkan uang ke rekening tabungan segera setelah menerima gaji. Pisahkan rekening ini dari rekening transaksi harian supaya dana tidak mudah terpakai untuk belanja spontan.
6. Catat Pengeluaran Secara Berkala
Gunakan aplikasi pencatat keuangan, spreadsheet, atau buku catatan untuk merekam setiap transaksi. Kelompokkan pengeluaran sesuai kategori anggaran agar lebih mudah mengetahui pos yang paling banyak menyerap uang.
Luangkan waktu setiap minggu untuk membandingkan pengeluaran aktual dengan anggaran yang sudah dibuat. Jika biaya makan meningkat, misalnya, periksa apakah ada pengeluaran yang bisa dikurangi tanpa mengganggu kebutuhan pokok.
7. Evaluasi Anggaran Setiap Akhir Bulan
Setelah satu bulan berjalan, periksa apakah setiap kategori masih sesuai dengan alokasi awal. Catat penyebab pengeluaran berlebih dan sesuaikan anggaran untuk bulan berikutnya jika diperlukan.
Contoh budgeting plan sebaiknya mengikuti kondisi keuangan yang sebenarnya. Ketika cicilan sudah lunas, misalnya, sebagian dana yang sebelumnya digunakan untuk membayar utang bisa dialihkan ke tabungan atau investasi sesuai tujuan keuangan.
Contoh Budgeting Plan Paling Sederhana yang Bisa Disontek

Misalnya, penghasilan bersih setiap bulan sebesar Rp8 juta dan pembagian anggaran menggunakan formula 4-3-2-1. Berikut rincian alokasinya.
| Kategori | Persentase | Anggaran Bulanan |
| Kebutuhan rutin | 40% | Rp3.200.000 |
| Cicilan utang | 30% | Rp2.400.000 |
| Lifestyle | 20% | Rp1.600.000 |
| Tabungan | 10% | Rp800.000 |
| Total | 100% | Rp8.000.000 |
Anggaran kebutuhan rutin sebesar Rp3,2 juta bisa dibagi untuk makan Rp1,2 juta, transportasi Rp600 ribu, listrik dan air Rp300 ribu, internet dan pulsa Rp200 ribu, serta kebutuhan rumah tangga dan pribadi Rp900 ribu.
Sementara itu, dana cicilan Rp2,4 juta digunakan untuk membayar kewajiban sesuai tagihan. Anggaran lifestyle Rp1,6 juta dapat dibagi untuk makan di luar, hiburan, belanja hobi, dan aktivitas sosial. Adapun Rp800 ribu dialokasikan ke rekening tabungan setiap kali gajian.
Rincian tersebut merupakan simulasi yang bisa disesuaikan dengan biaya hidup, jumlah cicilan, dan kebutuhan setiap orang. Jika biaya transportasi lebih tinggi atau pengeluaran rumah tangga lebih besar, ubah pembagian di dalam kategori terkait dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan.
Membuat anggaran bulanan membantu penghasilan digunakan secara terarah, mulai dari membayar kebutuhan rutin hingga menyiapkan simpanan untuk masa depan.
Baca juga: Gaji Tidak Naik tapi Biaya Hidup Terus Bertambah, Apa yang Bisa Dilakukan?
Contoh budgeting plan dengan formula 4-3-2-1 seperti di atas bisa menjadi titik awal untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih tertib. Konsistensi mencatat pengeluaran dan mengevaluasi anggaran akan membantu menjaga keuangan tetap terkendali setiap bulan.
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




