
Mumpung momennya pas banget, pas bulan puasa, ayo kenalan dengan investasi syariah. Investasi ini mungkin kamu cari kalau kamu pengin mengelola dan mengembangkan dana sesuai ajaran agamamu.
Dalam konsepnya, investasi syariah enggak hanya berbicara soal keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana proses mendapatkan keuntungan tersebut tetap berada dalam koridor yang diperbolehkan. Ada prinsip-prinsip tertentu yang menjadi dasar, mulai dari larangan riba hingga keharusan adanya aktivitas usaha yang jelas dan halal.
Table of Contents
Kenalan dengan Macam-Macam Instrumen Investasi Syariah

Instrumen investasi syariah pada dasarnya dirancang agar sesuai dengan prinsip-prinsip dalam keuangan Islam. Artinya, investasi tersebut harus bebas dari riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi berlebihan).
Selain itu, kegiatan usaha yang menjadi dasar investasi juga harus halal, enggak berkaitan dengan industri yang dilarang seperti alkohol, perjudian, atau bisnis yang merugikan secara etis.
Walaupun sama-sama disebut investasi syariah, setiap instrumen memiliki mekanisme, tujuan, dan tingkat risiko yang berbeda. Memahami perbedaannya penting agar investor tidak keliru menganggap semua produk syariah bekerja dengan cara yang sama.
Yuk, kita lihat satu per satu.
1. Saham Syariah
Saham syariah adalah kepemilikan pada perusahaan yang kegiatan usahanya sesuai dengan prinsip syariah. Di Indonesia, saham yang memenuhi kriteria ini masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh otoritas pasar modal.
Ketika membeli saham syariah, investor sebenarnya menjadi pemilik sebagian dari perusahaan tersebut. Keuntungan diperoleh dari dua sumber, yaitu dividen (bagi hasil keuntungan perusahaan) dan kenaikan harga saham.
Perbedaannya dengan saham konvensional terletak pada penyaringan bisnis dan struktur keuangan perusahaan. Perusahaan yang terlalu banyak menggunakan utang berbasis bunga enggak akan lolos kriteria syariah. Selain itu, sektor usaha tertentu seperti perjudian, minuman keras, atau bank konvensional juga enggak bisa masuk ke dalam daftar ini.
Risiko investasi syariah untuk saham ini relatif lebih tinggi dibanding instrumen lain, karena harga saham dapat naik turun mengikuti kondisi pasar. Namun potensi imbal hasilnya juga lebih besar dalam jangka panjang.
Baca juga: Saham Syariah: Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Indeks Sahamnya
2. Sukuk (Obligasi Syariah)
Sukuk disebut sebagai salah satu instrumen investasi syariah, yang konsepnya berbeda dari obligasi biasa. Dalam obligasi konvensional, investor meminjamkan uang kepada penerbit dan menerima bunga sebagai imbalan. Dalam sukuk, investor memiliki bagian kepemilikan terhadap suatu aset atau proyek yang menjadi dasar penerbitan sukuk tersebut.
Imbal hasil yang diterima investor berasal dari bagi hasil usaha atau sewa aset, bukan bunga. Misalnya, jika sukuk diterbitkan untuk proyek infrastruktur, maka pendapatan dari proyek tersebut dibagikan kepada investor sesuai akad yang digunakan.
Di Indonesia, ada beberapa jenis sukuk, seperti sukuk negara ritel (SR) dan sukuk tabungan (ST). Instrumen ini sering dianggap lebih stabil karena biasanya diterbitkan oleh pemerintah atau lembaga besar. Risikonya relatif lebih rendah dibanding saham, tetapi imbal hasilnya juga biasanya enggak sebesar saham.
3. Reksa Dana Syariah
Reksa dana syariah adalah instrumen investasi syariah yang dikelola oleh manajer investasi. Di instrumen ini, dana dari banyak investor dikumpulkan lalu diinvestasikan ke berbagai aset yang sesuai prinsip syariah.
Instrumen yang menjadi isi portofolio bisa berupa saham syariah, sukuk, atau instrumen pasar uang syariah. Karena dikelola oleh profesional, investor enggak perlu memilih satu per satu aset yang ingin dibeli.
Keuntungan reksa dana berasal dari kenaikan nilai aset dalam portofolio. Nilai tersebut tercermin dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang berubah setiap hari.
Perbedaan utama dengan reksa dana konvensional adalah proses penyaringan investasi dan adanya pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah. Setiap keputusan investasi harus tetap sesuai dengan prinsip syariah.
Instrumen ini cocok untuk investor pemula karena modal awal relatif kecil dan portofolionya sudah terdiversifikasi.
4. Deposito Syariah
Deposito syariah adalah produk simpanan berjangka di bank syariah yang menggunakan akad mudharabah atau bagi hasil. Berbeda dengan deposito konvensional yang memberikan bunga tetap, dalam deposito syariah keuntungan dibagikan berdasarkan nisbah atau rasio bagi hasil antara bank dan nasabah.
Bank kemudian menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan usaha yang halal. Keuntungan dari pembiayaan itulah yang dibagi kepada nasabah sesuai perjanjian.
Risiko deposito syariah tergolong sangat rendah, karena mekanismenya mirip dengan simpanan di bank. Instrumen ini biasanya dipilih oleh investor yang mengutamakan stabilitas dan keamanan dana.
Namun imbal hasilnya juga cenderung lebih kecil dibanding instrumen pasar modal seperti saham atau reksa dana.
Jadi, Apa Perbedaan Utama Antar Instrumen Investasi Syariah Itu?
| Instrumen | Cara Kerja | Sumber Keuntungan | Risiko |
| Saham Syariah | Kepemilikan perusahaan | Dividen dan kenaikan harga | Tinggi |
| Sukuk | Kepemilikan aset/proyek | Bagi hasil atau sewa | Menengah |
| Reksa Dana Syariah | Dikelola manajer investasi | Kenaikan nilai portofolio | Menengah |
| Deposito Syariah | Simpanan di bank syariah | Bagi hasil pembiayaan | Rendah |
Hal yang Perlu Dipahami Investor

Walaupun semuanya berlabel syariah, bukan berarti setiap instrumen memiliki tingkat keuntungan dan risiko yang sama. Ada yang cocok untuk tujuan jangka panjang dengan potensi return besar, seperti saham syariah, dan ada yang lebih stabil seperti deposito syariah.
Karena itu, memilih instrumen investasi syariah ini sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan toleransi risiko. Dengan memahami perbedaan konsepnya sejak awal, investor bisa menghindari kesalahpahaman dan membuat keputusan yang lebih tepat.
Baca juga: Investasi Syariah: Cara Kerja, Jenis, dan Keuntungannya
Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.
Follow juga Instagram QM Financial, untuk berbagai tip, informasi, dan jadwal kelas terbaru setiap bulannya, supaya nggak ketinggalan update!




