Banyak orang masih bertanya-tanya apa yang harus kita lakukan saat NAB/unit Reksadana terus menurun sejak awal tahun 2008.
Perhatikan grafik yang kami dapatkan dari www.infovesta.com.
Grafik ini menunjukkan pertumbuhan 3 buah reksadana (bukan rekomendasi investasi) dengan jenis-jenis yang berbeda, sejak 28 Desember 2004. Total pertumbuhan ketiga reksadana ini bervariasi yaitu :
| Hasil Investasi sejak 2004 | |
| Reksadana Manulife Obligasi Negara Indonesia | 21,84% |
| Reksadana Schroders Dana Kombinasi | 58,07% |
| Reksadana Fortis Ekuitas | 233,2% |
Prinsip Financial Planning menganjurkan agar kita berinvestasi sesuai Tujuan Finansial. Maka jenis reksadana yang dipilih akan terpengaruh oleh tujuan dan jangka waktu untuk mencapai tujuan tersebut.
Reksadana Pendapatan Tetap digunakan untuk berinvestasi untuk mencapai Tujuan Finansial antara 5-10 tahun yang akan datang. QM Planner menggunakan asumsi target hasil investasi rata-rata sebesar 10% per tahun. Contoh Reksadana Pendapatan Tetap yang kami gunakan adalah Reksadana Manulife Obligasi Negara Indonesia.
Reksadana Campuran dan Reksadana Saham digunakan untuk berinvestasi untuk mencapai Tujuan Finansial di atas 10 tahun yang akan datang. QM Planner menggunakan asumsi target hasil investasi rata-rata sebesar 15% per tahun untuk Reksadana Campuran dan 25% per tahun untuk Reksadana Saham. Contoh Reksadana Campuran yang kami gunakan adalah Reksadana Schroders Dana Kombinasi, sedangkan untuk Reksadana Saham yang kami gunakan adalah Reksadana Fortis Ekuitas.
Maka jika NAB/unit dari reksadana yang kita miliki turun dalam 2-3 tahun terakhir, sebaiknya kita tidak mencairkan reksadana tersebut.
Perhatikan tabel berikut ini.
Ketiga reksadana menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat sejak 2004 hingga 2007. Lalu NAB/unit ketiga reksadana mengalamin penurunan hingga April 2008. Namun jika kita tetap mempertahankan ketiga reksadana tersebut, penurunan yang terjadi selama 2008 tidak berpengaruh terlalu besar dibandingkan dengan hasil yang telah didapatkan sejak 2004.
Khusus untuk Reksadana Saham, perhatikan besarnya hasil investasi yang didapatkan jika kita berinvetasi untuk jangka panjang. Dengan total hasil investasi sebesar 233,2% dalam 4 tahun, kita juga harus siap jika pasar menghadapi fluktuasi seperti sekarang.
Sebelum membeli Reksadana sebagai kendaraan investasi Anda, pastikan Anda memiliki sebuah Rencana Keuangan yang solid dan memuat semua perhitungan risiko dan hasil investasinya.
Selamat Berinvestasi!
QM Research
FA/LH
Artikel terkait:
Related Posts
BI Rate, Naik Lagi ??? (2 of 2)
Kenaikan BI Rate ini bukan hanya berdampak pada sektor riil tetapi juga sektor keuangan di Indonesia, beberapa diantaranya: Berkurangnya aktifitas bisnis di sektor riil akibat kenaikan suku bunga kredit...
BI Rate, Naik Lagi ??? (1 of 2)
Yup, jangan kaget kalau beberapa surat kabar akhir-akhir ini membahas isu kenaikan BI Rate. Per 12 November lalu, Bank Indonesia menaikkan BI Rate untuk kelima kalinya di tahun 2013. Jika ditotal, Bank...
Price of Gold, a Flashy Fall
Harga emas mengalami penurunan pada kuartal pertama tahun 2013 ini. Beberapa analis berpendapat bahwa penurunan emas kali ini disebabkan inflasi global yang menurun, menunjukkan kondisi perekonomian...



