It is better NOW than Never

pic from getty images

pic from getty images

Usia sudah kepala tiga, lajang, punya pekerjaan yang mapan, gaji lumayan dan memutuskan untuk tetap hidup sendiri. Kondisi ini pernah saya alami beberapa tahun lalu sebelum akhirnya menikah. Ternyata masih ada beberapa teman saya yang tetap memutuskan untuk hidup melajang sampai saat ini,  walaupun usianya sudah kepala empat. Tentu saja keputusan menikah atau melajang adalah hak masing-masing individu. Jika kondisi Anda seperti teman-teman saya dan memutuskan untuk tetap melajang di usia 35-an atau 40-an, sebenarnya apa sih yang perlu dipertimbangkan dari segi finansial?

Kebetulan sekali hari ini saya bertemu seorang perempuan lajang yang usianya di penghujung 30-an. Punya pekerjaan dengan penghasilan yang lebih dari cukup, tidak punya tanggungan, belanja gak pake mikir dan masih tinggal dengan orangtua. Waktu saya bertanya hal-hal berikut, ternyata membantu dia untuk mulai berpikir lebih dalam akan kondisi keuangannya:

Pernah membayangkan apa yang akan terjadi kalau tiba-tiba kehilangan pekerjaan?

Keadaan ini bisa menimpa siapa saja. Untuk yang masih lajang baik pria atau wanita, biasanya perencana keuangan menyarankan agar paling tidak tabungan yang dimiliki besarnya mencapai 4 x pengeluaran bulanan. Jika dananya sudah ada, tinggal penempatannya yang dibagi-bagi. Misalkan ada yang di tabungan, deposito, reksadana pendapatan tetap atau campuran dan emas. Bagi lajang yang belum mengerti apa itu reksadana, silakan mencari informasi lebih banyak terlebih dahulu ya.

Mau sampai kapan tinggal di rumah orangtua? Tidak ingin punya rumah sendiri?

Memiliki rumah atau properti seperti apartemen, kos atau kontrakan adalah salah satu tujuan finansial yang biasanya bukan menjadi tujuan utama para lajang. Alasannya bisa jadi karena orangtua ingin selalu ditemani atau memang toh nantinya rumah orangtua menjadi warisan. Memiliki properti tidak berarti harus ditinggali sendiri bukan?  Jika tetap ingin tinggal bersama orangtua, aset ini tentu saja bisa menjadi tambahan pendapatan. Nah, bagi yang baru akan membeli properti dengan KPR dari bank, sebaiknya mempertimbangkan lamanya cicilan agar saat memasuki usia pensiun urusan cicilan ini sudah selesai.

Pensiun masih 15 tahun lagi, memang perlu dana pensiun dari sekarang?

Ayo segera lakukan perubahan jika Anda ternyata hanya mengharapkan dana pensiun dari kantor. Lima belas tahun bukan waktu yang lama untuk menyiapkan dana ini, apalagi bila ingin mempertahankan gaya hidup yang sudah dirasa nyaman. Tidak ada kata terlambat untuk mulai mempersiapkan dananya. Yuk, silakan mampir di kalkulator gratis QM Financial berikut ini http://tujuanloapa.qmfinancial.com/ untuk menghitung kebutuhan dana nanti. Siap-siap kaget, karena angkanya memang besar sekali. Ingat, semakin ditunda dalam mempersiapkan dana ini, maka  akan terasa semakin berat nantinya.

Kalau pada masa pensiun sakit, siapa yang akan membiayai?

Karena memutuskan untuk melajang, tentu saja ini menjadi tanggung jawab sendiri. Kalau sekarang ada asuransi kesehatan atau ditanggung kantor, bagaimana pada saat pensiun nanti? Membeli asuransi kesehatan tetap bisa menjadi salah satu jalan keluar, hanya saja preminya akan sangat mahal dan ada batasan umur. Solusi lainnya adalah membuat tujuan finansial berjudul Dana Kesehatan Pensiun. Jadi jika sakit, dana yang dipakai tidak diambil dari uang untuk keperluan sehari-hari melainkan diambil dari pos ini. Berapa besarnya dana tersebut? Sangat bervariasi tergantung dari seberapa besar setiap tahunnya Anda ingin sisihkan untuk kesehatan. Contoh, jika saat ini Anda ingin dana kesehatan pertahunnya sebesar Rp200juta, maka biasanya besarnya dana kesehatan pensiun adalah minimal untuk 3 tahun atau total Rp600juta. Nilai ini pastinya akan berbeda pada saat pensiun nanti. Banyak orang-orang yang pada saat pensiun harus menjual asetnya untuk membiayai kesehatan. Nah, jika dana kesehatan sudah siap maka tidak perlu menjual aset.

Selamat bagi para lajang yang memang sudah siap untuk semua tujuan finansial di atas tadi. Silahkan membuat tujuan finansial lain yang mungkin lebih asyik seperti Dana Liburan, Dana Belanja, memulai usaha atau apa saja yang memang diinginkan. Bagi  yang belum memulai sama sekali, yuk siapkan dananya!

It is better now than never.

Good Luck!

Yani |Sales Officer|@mwyantje

*artikel terkait dapat dibaca di sini

 

*artikel terkait dapat dibaca di sini

 
6 Tips Berburu Great Sale

132284966

Sebagai wanita tentu kita ingin terlihat cantik dan menarik. Nah, untuk menjadi cantik dan menarik tentunya membutuhkan modal. Terkadang kita bisa menghabiskan lima puluh persen dari total penghasilan untuk perawatan tubuh dan berbelanja. Apalagi jika ada event Great Sale, tidak sedikit para wanita yang rela menghabiskan waktu dan uangnya di event ini. Siapa yang tidak mau punya barang bagus dan bermerek dengan harga miring? Apalagi bagi mereka yang sangat senang berbelanja, sampai-sampai belanja disebut sebagai hobi. Biasanya, hal ini dilakukan tanpa perencanaan, keinginan yang sangat besar untuk membeli barang tersebut timbul hanya karena melihat harganya yang sedang diskon.

Tidak jarang penyesalan pun muncul kemudian ketika kita sudah bisa berpikir normal kembali. Kenapa kita bisa menghabiskan uang untuk beli ini atau itu yang ternyata tidak bermanfaat? Atau ada juga yang baru sadar setelah melihat deretan baju yang belum pernah dipakai di lemari, sepatu dan tas yang masih tersimpan di rak atau perlengkapan dapur yang masih dibungkus dalam kardus dan hanya dipakai sesekali saja.

Tidak akan mejadi masalah besar jika kita mempunyai dana lebih untuk hobi yang satu ini. Tapi, apa yang akan terjadi jika semua itu kita dapatkan dengan cara berutang. Apalagi bila utang itu menggunung sehingga akhirnya tidak mampu lagi untuk dibayarkan.

Nah, di bawah ini ada beberapa tips untuk kalian yang mempunyai hobi berbelanja dan berburu great sale, antara lain :

  1. 1.       Lihat kondisi keuangan

Apakah keuangan cukup untuk berbelanja barang great sale diluar kebutuhan primer kita.

  1. 2.       Menyusun budget

Susun budget sejak awal sesuai dengan sale yang diincar, sisihkanlah sekitar 10%-15% dari penghasilan setiap bulan untuk ditabung kedalam rekening belanja hura-hura.

  1. 3.       Ubah pola pikir

Jangan mengejar sale hanya karena  barang tersebut sedang diskon. Meski harganya murah, namun jika dilakukan berulang-ulang, tetap saja dapat “menipiskan kantong”.

  1. 4.       Lihat kebutuhan

Sale perlu dikunjungi apabila memang ada kebutuhan untuk membeli suatu barang. Jika tidak dan kita tetap datang, maka kita akan membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Akibatnya, akan boros.

  1. 5.       Buat perincian barang yang akan dibelajakan dan dimana tempatnya.

Atur sejak awal kita ingin belanja apa? Kapan? dan di mana? Agar kita fokus belanja ke satu tempat saja dan tidak membuang banyak waktu

  1. 6.       Bawa uang tunai secukupnya

Pergi berbelanja dengan hanya membawa uang tunai sebesar barang yang ingin dibeli. Jangan membawa uang lebih, jangan membawa kartu debit apalagi membawa kartu kredit, karena ini akan membuat kita belanja lebih banyak lagi barang yang tidak dibutuhkan.

Nita | CRO | @nithnoththa

*Artikel terkait dapat dibaca di sini

« Older Entries